Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

Editor - Jumat, 5 Maret 2010 | 09:15 WIB

Test Drive Peugeot 207 2T Facelift (Editor - )

Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

OTOMOTIFNET - Ada beberapa ubahan baru pada tunggangan berlambang singa ini. Cukup jelas terlihat dari eksteriornya, tampilan pada lampu depan yang semakin melebar, lantas gril pun berubah menjadi lebih besar. Begitu pun pada fog lamp dengan cover baru. Di sampingnya spion mendapat lampu sein anyar.

MENGAYUN

Sementara interior masih mirip dengan sebelumnya. Tetap mempunyai ciri khas, dengan tampilan supersimpel, tak terlalu banyak pernak-pernik, tetapi cukup komplet fasilitasnya. Seperti dilengkapi layar MID, serta beberapa fungsi lain seperti fog lamp depan dan belakang.

Begitu pun dengan tampilan panel instrumennya terlihat jelas, baik siang maupun malam. Tetapi coba lihat tuas transmisi tunggangan ini. Tak sama dengan mobil matik pada umumnya, posisi yang ada, R, N, D serta + dan -. Wah, ini rupanya 2T alias 2 Tronic Peugeot.

Ada sedikit perbedaan dibandingkan sebelumnya, respons 2Tronic pada Peugeot 207 ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya, namun belum seresponsif yang diinginkan, seperti girboks manual.

Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

Panel instrumen pada dasbor sederhana namun penuh fungsi
Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

Mesin 1.400 cc bertenaga mirip 1.500 cc
Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

Ruang bagasi cukup luas dan simpel
Test Drive Peugeot 207 2T Facelift

Model cantik khas Eropa. Daya tarik utama di jalanan

Padahal, mobil ini punya girboks matik dengan peranti kopling otomatis. Jadi perpindahannya otomatis berikut kerja koplingnya. Makanya tak heran ketika dikendarai terasa mengayun-ayun. Namun, ada trik sendiri soal ini.

Anggap saja mobil ini bertransmisi manual, di mana kala perpindahan persneling pedal gas diangkat lalu tekan lagi. Maka, ayunan pun tidak terasa lagi. Begitu pun ketika menggunakan paddle shift maupun pemindahan pada tuas persnelingnya, sebelum berpindah angkat pedal lalu tekan lagi.

Cukup mengasyikkan, sayang benar-benar seperti pengguna mobil manual, ketika berhenti di tanjakan, tunggangan akan meluncur ke belakang. Jadi perlu direm atau ditahan dengan menginjak pedal gas.

Meski begitu, kalau melakukan deselerasi, tetap ada efek engine braking layaknya mobil manual, tinggal downshift, kompresi mesin pun menahan laju 207 ini. Mesinnya pada mobil seharga Rp 246,5 (off the road) ini cukup bertenaga, dengan kapasitas 1.400 cc, semburan dayanya lumayan besar 108 dk/5.250 rpm dengan torsi puncak 133 Nm/3.250 rpm.

Hasil Tes  
Akselerasi  
0-100 km/jam 15,20 detik
40-80 km/jam 7,15 detik
0-402 m 17,20 detik
Pengereman  
100-0 km/jam 40 m
konsumsi bahan bakar (liter/km)  
dalam kota 1/11,3
Konstan 100 km/jam 1/18,5
Luar kota 1/14,4


Penulis/Foto: Tim Otomotif / Reza