Karet Pintu Mobil Jangan Sampai Kepanasan

Otomotifnet - Jumat, 3 Juli 2015 | 12:03 WIB

(Otomotifnet - )



Senang berlama-lama parkir di bawah terik matahari, bisa bikin pendek umur pakai karet yang di pintu dan bodi.

Jakarta
- Bau solar dari knalpot metromini yang masuk dalam kabin, bisa jadi akibat adanya kebocoran pada ventilasi di mobil. Atau bunyi seperti suara angin, yang bisa timbul akibat dari pemasangan aksesori talang air yang kurang pas.



Jarang terjamah, bikin umur pakai karet di pintu lebih lama

Tapi hal-hal yang bikin kenyamanan penumpang di dalam kabin terganggu, bisa juga akibat dari adanya masalah pada karet yang ada di pintu maupun yang menempel di bodi. “Pada mobil jenis Toyota Kijang Innova misalnya, karet yang digunakan pada bagian pintu depan maupun tengah model balon,” kata Enan yang jadi Kepala Teknisi Astrido Toyota di Kebon Jeruk, Jakbar.



Kelalaian pemilik mobil, juga bisa bikin karet di bodi cepat rusak

Soal umur pakai dari karet pintu itu, ada yang lama namun ada juga yang enggak terlalu lama. Untuk urusan yang satu ini, yang dimaksud umur pakai lama adalah lebih dari 5 tahun pemakaian. Ada hal yang membuat performa karet mobil cepat menurun drastis alias kurang dari 5 tahun. Keseringan terlalu lama parkir di bawak terik matahari, bisa membuat performa karet pintu cepat menurun.



Insiden seperti tabrakan, bisa jadi pemicu karet pintu belakang fungsinya berkurang


“Karet jadi keras dan tentunya jadi enggak elastis lagi. Kalau sudah seperti ini enggak hanya bau dari luar atau suara angin saja yang muncul. Juga dapat terdengat suara gesekan karet dengan besi, terutama saat mobil diajak menaklukkan jalanan yang keriting,” kata pria berbadan gempal ini.



Semprotkan cairan khusus perawatan karet rutin berbarengan servis 5 ribu km

Selain itu, karet pintu juga sangat bisa rusak karena rutin tergesek. “Biasanya itu terjadi pada karet yang nempel pada bagian bodi. Tanpa sadar penumpang yang hendak duduk, menggesek karet yang ada di bodi. Kemunkinan besar hal itu bisa langsung bikin karet sobek,” tutur Enan.

Karet yang posisinya menempel di pintu, tentu lebih jarang rusak karena kelalaian pemiliknya. Posisinya yang membuat karet pintu jarang terjamah dari pada karet yang menempel di bodi. Kalaupun sudah rusak dan harus ganti baru, harga karet yang dipintu dan bodi enggak sama.

Ambil contoh untuk Kijang Innova, harga karet yang nempel di bodi Rp 190 ribu dan yang nempel di pintu depan Rp 140 ribu (pintu belakang Rp 130 ribu). Selain ada di pintu depan dan tengah bagian kiri juga kanan, karet model balon tersebut juga ada pada bagian bagasi. Khusus di bagian ini, umur pakainya bisa lebih panjang dari pada bagian pintu.

Penyebabnya sudah pasti, bahwa bagian bagasi rutinitas buka tutup atau keluar masuk penumpang maupun barang tidak sesering bagian pintu. “Kalaupun karet yang adanya di bagian pintu atau bodi bagasi rusak, itu akibat dari insiden yang pernah dialami mobil tersebut.

Sehingga posisi menempelnya berubah dari bawaan pabrik,” jelas Winardi, Service Advisor PT Astra International Tbk-Daihatsu Jakarta cabang Palmerah, Jaksel. • (otomotifnet.com)


Perawatan

Agar karet pintu dan bodi mobil bisa berumur lebih panjang, ada perawatan yang harus dilakukan. Biasanya pihak dealer menyarankan perawatannya berbarengan dengan servis rutin.“Saat servis rutin 5 ribu km, karet-karet tersebut juga ikut dirawat,” papar Enan.

Caranya dengan menyemprot cairan khusus untuk perawatan karet. Tata caranya, setelah disemprot jangan tunggu terlalu lama langsung dilap kering. Jangan sampai dibiarkan menunggu terlalu lama, bisa berakibat karet jadi sangat lentur dan gampang rusak. •