Nih, Panduan Mudah ECO Driving Biar Irit BBM

Dimas Pradopo - Senin, 24 November 2014 | 12:05 WIB

(Dimas Pradopo - )



Jakarta - Presiden Jokowi sudah resmi mengumumkan kenaikan bahan bakar subsidi beberapa waktu lalu (17/11). Dari Rp 6.500 /liter jadi Rp 8.500/liter. Artinya akan ada pengeluaran tambahan untuk biaya bahan bakar kendaraan pribadi.

Namun jangan takut, ada cara agar bahan bakar yang dipakai bisa lebih irit saat berkendara. Yaitu dengan menerapkan eco driving dan eco riding. Teknik berkendara dengan menggunakan prinsip dasar defensif dan safety driving juga bisa menghasilkan berkendara efisien. “Hasilnya hemat BBM serta mengurangi kadar polusi,” ungkap Bintarto Agung, President Director of Indonesia Defensive Driving Center ( IDDC ) 

Seperti apa sih berkendara secara ekonomis itu, berikut ulasannya.  •(mobil.otomotifnet.com)


1 OPER GIGI DI BAWAH 2.000 RPM
Atur agar lebih sensitif pada saat menekan pedal gas. Lantas lakukan pemindahan gigi saat mendekati 2.000 – 2.200 rpm. Usahakan saat pindah gigi rpm tidak turun, sehingga tidak perlu menekan pedal gas lebih dalam untuk mengembalikan putaran mesin.

2 HINDARI MENGEMUDI AGRESIF
Saat ini banyak pengemudi sering berperilaku lebih agresif saat mengemudikan mobil bertransmisi manual. Sementara mobil bertransmisi otomatis sudah diatur mesin yang disebut Electronic Transmission Control. Jadi jika secara tidak sengaja pengemudi menurunkan gigi dari D ke L, gigi tidak akan pindah ke L sebelum sensor mobil merasa putaran mesin cukup aman untuk pindah ke gigi L.

Orientasi berkendara harus ke pengaturan pedal gas. Jangan menekan terlalu dalam hingga mesin meraung berlebih saat melakukan akselerasi. “Cukup rpm 2.000 sudah bisa pindah gigi,” jelas Bintarto.

3 IDLE 3 MENIT = 1 KM
Fakta lain penyebab pemborosan BBM yang mungkin belum disadari semua orang adalah mesin mobil hidup tapi diam atau idle selama 3 menit. Padahal hal itu sama dengan mengemudi sejauh 1 km dengan kecepatan konstan 50 km/jam. “Jika berhenti lebih dari 20 detik saat di lampu merah, perlintasan kereta api, lebih baik matikan mesin mobil,” tutur pria yang akrab disapa Mas Toto ini.

Sering mematikan mesin mobil tidak akan merusak atau menurunkan kinerja mesin.” Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penerapan trik ini. Anda juga bisa berperan mengurangi polusi udara,” tambahnya.

JANGAN MENGEREM BERLEBIHAN
Hindari deselerasi dan pengereman berlebihan. Gunakan engine brake dengan halus. Jika kasar, rpm akan naik dan konsumsi bahan bakar boros. Khusus pada mobil injeksi, ketika proses engine brake, komputer akan memutus aliran bahan bakar ke mesin.

Gunakan momentum, pada saat kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu merah atau sengaja ingin memperlambat. Caranya dengan angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil berjalan sebelum menginjak pedal rem.

5 CEK TEKANAN ANGIN DAN AC
Selalu cek tekanan angin pada ban, jika tekanan ban berkurang akan mengakibatkan hambatan mobil bertambah. Matikan AC jika tidak perlu, karena kompresor AC memberi beban cukup besar ke mesin. Jangan posisikan suhu AC di batas maksimal. Cukup sesuaikan dengan kebutuhansuhu dalam kabin.

6 PERHATIKAN BEBAN
Jangan membawa beban yang berlebih, karena beban berat sudah pasti boros bahan bakar. Sebisa mungkin barangbarang yang enggak perlu jangan ditaruh di dalam mobil. “Dan yang terakhir pastikan kondisi mesin dalam keadaan prima, dengan tune-up secara berkala.” tutup Toto