Jerman – Setelah vakum 20 tahun, Toyota yang berencana kembali terjun di kejuaraan dunia reli (WRC) pada 2017, berharap bisa menambah gelar juara dunia secepatnya.
Hal itu ditegaskan wakil presiden Toyota Motorsport, Rob Leupen kepada wrc.com. Ia menargetkan Toyota menang di musim pertamanya dan jadi penantang serius dalam perebutan gelar.
Saat ini pihaknya sangat menghormati Volkswagen. “Saya pikir jika kita berada di podium dengan dengan kemenangan di 2017, itu akan jadi prestasi yang bagus,” katanya.
Menurutnya, setelah mempersiapkan diri setahun, pihaknya harus sedikit lebih serius dan berjuang meraih gelar juara. Diakui saat ini tidak ada yang bisa ia harapkan. Ia masih ingin melihat sudah sampai sejauh mana pengembangannya.
Markas tim di Cologne, Jerman satu atap dengan Toyota yang turun di kejuaraan dunia balap ketahanan (WEC). “Sejak memulai proyek kami telah menempatkan semua fungsi penting dan sudah siap dengan struktur yang cukup baik,” terangnya.
“Kami memiliki tim operasional yang saat ini fokus utamanya pada sisi teknis pengembangan mobil, mesin dan sasis,” ujar Leupen.
Jika memungkinkan, Toyota Motorsport akan coba memanfaatkan sinergi antara WRC dan program WEC. Leupen menyebut pihaknya memiliki kerja silang antara departemen berbeda, pada proyek-proyek seperti engineering dan pengembangan mesin dengan tujuan efisiensi.
Toyota absen hampir 20 tahun. Mundur dari arena WRC pada 1999. Sejauh ini mereka sudah mengantongi 7 mahkota juara dunia, 4 juara dunia pereli dan 3 titel pabrikan.
Mereka kembali ikut WRC menggunakan all-new Yaris World Rally Car. Pengembangan Yaris WRC dimulai pada 2014 dan akan dipercepat tahun ini dengan program uji coba.
Pekan ini Toyota mengumumkan Teemu Suninen bergabung dengan Eric Camilli dalam tim pengembangan pereli junior. Bekerja sama dengan test driver Stephane Sarrazin dan Sebastian Lindholm. (otosport.otomotifnet.com)