Husqvarna TC250, Evolusi Ke Motorcross

billy - Jumat, 4 November 2011 | 12:40 WIB

(billy - )


Husqvarna Indonesia MX Team (HIMT) yang mengusung trio Lewis Stewart, Matevz Irt dan Agi Agassi, kurang sukses di gelaran Powercross International 2011. Tapi, di balapan motor terbang bertajuk Motocross International musim ini, trio pembesut Husqvarna TC250 berkibar. TC250 jadi motor terkencang tahun ini untuk Special Engine (SE) di Indonesia. Wusss...  

Sampai seri III di Ciamis, Jawa Barat, poin 1-2 kategori SE 250 Internasional dipegang Lewis dan Matevz. Kategori SE 125 Grade A, Agi di peringkat kedua. “Ubahannya bagaimana bikin torsi lebih besar dan akselerasi lebih cepat,” beber Tjok Vicky Sudhar, Manajer tim HIMT, bermarkas di Denpasar, Bali. 

Torsi penting sekali untuk balapan SE. Sewaktu di powercross TC250 seperti kekurangan tenaga waktu keluar tikungan. Apalagi setelah corner ada handycap, TC250 enggak begitu cepat.  "Untungnya, tim kami tertolong sama pembalapnya waktu di powercross. Cuma jadi fisik cepat lelah," yakin Vicky dari Jl. Bypass Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar.   

Setelah dievaluasi, HIMT menjajal dua bagian komponen yang dianggap kebutuhan utama biar sempurna di seri Motocross International. Vicky yang juga merangkap jadi tunner di HIMT melirik ruang bakar dan pengatur pengapian. Vicky menggunakan noken as kompetisi. Camshaft racing diset supaya bukaan klep isap lebih lama. Sehingga suplai gas bakar lebih banyak.

“Camshaft tinggal pasang sesuai kebutuhan sirkuit di sini. Cuma durasi pastinya saya lupa. Sekaligus juga sedikit mendesain ulang porting masuk,” rinci Vicky yang turun langsung membuat lubang in TC250.

Suplai bahan bakar yang sudah diatur ulang, dukungan TC250 ditambah dengan menggunakan ECU (Electronic Control Unit) GET GP1 EVO, keluaran produsen racing kit Athena, Italia. Di balapan powercross menggunakan Power Commander.  “Pakai Power Commander enggak cocok. Pas pakai GET yang disesuaikan dengan kondisi cuaca di sini langsung bagus,” terang Vicky.


GET GP1 EVO dianggap Vicky mempermudah penggunanya untuk melacak kondisi ruang bakar dan hasil pembakarannya. Seandainya ada pembakaran enggak sempurna langsung ketahuan.  “Ada sensor lambda. Pembakaran yang enggak sempurna bisa ketahuan,” ungkap Vicky yang berambut sebahu.

Tapi, rencananya akan menyusul pasokan baru buat TC250 milik HIMT. Rasio alias girboks akan dipakai versi perbandingan yang baru. "Ini baru rencana. Tapi, kalau melihat hasil yang sekarang mungkin tahun depan baru ganti rasio," mantapnya.

Kembali Ke Asal

Husqvarna TC250 setelah melewati seri powercross internasional mencatat data penting. Suspensi depan-belakang yang dipakai crosser Husqvarna Indonesia MX Team (HIMT) sudah menggunakan Ohlins.

Semua kalangan balap aspal dan tanah tahu kalau Ohlins jaminan mutu. Mekanik pun gampang untuk mengatur rebound dan compression. Ohlins juga bisa disesuaikan dengan gaya rider ketika membuka gas untuk mentransfer tenaga ke putaran ban.  

Tapi, faktanya berbeda sewaktu di balapan Motocross International, TC250 sudah pakai sokbreker depan-belakang standar lagi. Ohlins enggak lagi dipakai. “Iya. Masukan dari pembalap, kami menganggap sok standar sudah bagus. Artinya, bawaaan TC250 gak perlu diganti untuk motocross,” bilang Vicky.   (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Pirelli 80/100-21    
Ban belakang: Pirelli 90/100-19
Pelek depan: Excel 1,60 x 21
Pelek belakang: Excel 2,15 x 19
Knalpot: Akrapovich