Captain Seat All New Toyota Avanza, Layaknya MPV Sejati

billy - Sabtu, 31 Maret 2012 | 08:03 WIB

Captain Seat All New Toyota Avanza, Layaknya MPV Sejati (billy - )

Captain Seat All New Toyota Avanza, Layaknya MPV Sejati
Alangkah senangnya ketika Rahman Setio Putra akhirnya kesampaian mendapat All New Toyota Avanza berwarna putih dari dealer tempatnya melakukan pembelian secara inden.
 
Namun Rahman justru tak melakukan modifikasi pada bagian kaki-kaki alias mengganti pelek seperti yang dilakukan kebanyakan orang.

Merombak bagian interior yang justru ada di benaknya selama ini. “Pelek bisa belakangan, yang penting sekarang membuat kabin dalam All New Avanza layaknya MPV sejati,” ujar Rahman.
 
Idenya untuk mengubah jok tengah bergaya captain seat. Hendy Wirawan dari Cabin Car Leather Seat diajak urun rembuk. Maklum, Rahman tergolong newbie untuk urusan merombak jok.

Kebetulan Hendy masih menyimpan jok tengah Hyundai Trajet (Gbr.1). “Ukur punya ukur, rasanya pas meski celah bagian tengah masih mepet,” terang Hendy.

Hanya saja, jok buatan Korea tadi tak bisa langsung pasang. Ada beberapa modifikasi yang mesti dilakukan. “Utamanya pada rel jok yang dimensinya tak sama antara Avanza dan Trajet,” papar Rahman.
Captain Seat All New Toyota Avanza, Layaknya MPV Sejati

Rel orisinal jok New Avanza harus dilepas untuk disandingkan bracket buatan Hendy. Nantinya bracket dari pelat besi setebal 3 mm ini menjadi semacam adaptor sebagai penyesuai  antara jok Trajet dan rel orisinal Avanza (Gbr.2).

Ini dimaksudkan agar jok Trajet bisa maju mundur dan naik turun seperti di mobil aslinya. “Percuma saja kalau captain seat tak bisa digerakan,” ujar Rahman semangat.

Setelah bracket selesai dibuat, barulah jok dipasangkan ke engsel utama untuk sekaligus mengukur posisi kancing (lock) yang ada di dek (lantai) (Gbr.3).
 
Ternyata pengerjaan tak sampai disitu. Bahan jok Trajet tak sama dengan jok asli bawaan mobil.

Mau tak mau, Hendy menyarankan untuk membungkus ulang seluruh interior dengan bahan kulit sintetik jenis Possente keluaran Akasa. Dipilih nuansa abu-abu gelap untuk kesan elegan.

Biaya pengerjaan dipatok Rp 1 juta. Sementara sepasang jok Trajet ekslimbah dihargai Rp 3 juta yang masih dalam kondisi baik. Bila kondisinya seperti Rahman yang minta bungkus ulang sekujur interior, jelas ada tambahan biaya lagi.

Setelah jok siap dioperasikan, barulah terasa MPV sejati dimana penumpang belakang dimanjakan dengan fasilitas arm rest, meja (dari sandaran jok sebelah) dan fitur rel pengatur jok (seat adjuster) untuk menyesuaikan panjang kaki penumpang. (mobil.otomotifnet.com)