Plus Minus Electric Power Steering

billy - Kamis, 28 April 2011 | 07:03 WIB

Plus Minus Electric Power Steering (billy - )

JAKARTA - Honda Jazz sudah mengaplikasikan electric power steering pada sistem kemudinya. Perangkat ini sudah me­ngandalkan motor eletrik yang disalurkan menjadi energi mekanik sehingga membantu gerakan kemudi.

Benefitnya, sistem electric power steering terletak pada batang kemudi dan gearbox steer ini memang bebas perawatan.

Beda sama power steering konvesional yang mengandalkan tekanan hidrolik di mana menggunakan oli sebagai pompa untuk menekan sehingga setir terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan.

Dalam jangka waktu tertentu, oli power streering yang mengandalkan hidrolik mesti diganti. Belum lagi mesti mewaspadai kebocoran oli yang suka merembes bila seal-nya sudah getas.

Meski begitu, bukan berarti electric power steering bebas kerusakan. Kalau sudah jebol, penggantian komponen ini juga ikutan bikin isi kantong jebol. ”Mesti beli yang baru satu set karena tak bisa servis per komponen,” ulas Bowo dari bengkel spesialis power steering Hendra Jaya.

Selain itu biasakan kalau parkir kondisi ban lurus ke depan. Tapi kalau sudah kadung rusak dan bila merasa tak sanggup menebus, silakan mengaplikasikan sistem hidrolik. Bowo menyebut ubahan dari electric ke hidrolik buat Honda Jazz dikenai Rp 5 jutaan.  (mobil.otomotifnet.com)