Rawat Dinamo Starter Biar Enteng

Editor - Kamis, 6 Mei 2010 | 16:46 WIB

(Editor - )

OTOMOTIFNET - Sudah beberapa hari ini Suzuki Shogun 110 D milik Budi susah banget dihidupkan pakai starter elektrik. "Putaran motor starternya (MS) kayak berat gitu. Malah kadang cuma terdengar bunyi cetek..cetek..doang, motor starternya gak mau muter," keluh warga Depok, Jabar tersebut.Terpaksa deh ia harus pakai kick starter untuk hidupkan mesin. Lama-lama cuapek juga, bo!

ARANG TIPIS
Menurut Deni Susandi, mekanik Plaza Motor HMTC yang beralamat di Jl. Sentosa Raya, Depok,  ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal itu. "Tidak susah kok untuk mengeceknya, bisa dilakukan sendiri," bilang pria kelahiran 21 tahun lalu ini.

Yakni pertama, periksa kondisi aki. Pastikan apakah sumber arus itu masih dalam keadaan baik atau tidak, terutama voltasenya. Bila air aki (khusus aki basah) terlihat kurang dari batas yang dianjurkan, segera tambah. Dan kalau tegangannya menurun, lakukan ‘pengecasan’ ulang.

Usai aki kembali normal dan dipasang seperti sediakala, lakukan pemeriksaan pada bendik MS (gbr.1). Cek apakah komponen tersebut bekerja dengan baik atau tidak. Yakni dengan memeriksa arus dari aki yang menuju ke motor starter maupun dari tombol start yang menuju ke bendik pakai tespen.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Jika didapati bendiknya bermasalah, sebaiknya ganti baru. Komponen ini untuk Shogun atau Smash banderol orisinilnya sekitar Rp 77.500. Kalau mau hemat, bisa juga pakai produk KW yang harganya berkisar Rp 35 - 40 ribuan.

Tapi jika aki dan bendik sudah normal tapi motor starter masih tak kuat memutar mesin, "Tandanya MS bermasalah. Umumnya lantaran arang atau brush MS (gbr.2) sudah mulai tipis. Sehingga tidak kontak dengan baik pada commutator," urai pria asli Tasikmalaya, Jabar ini.

Untuk memastikannya, lakukan pembongkaran pada MS. Tanggalkan rumahnya dengan melepas 2 baut pengencangnya pakai obeng kembang. Lalu tarik commuter-nya keluar. Setelah itu, lepaskan sekrup pengancing brush pakai obeng (gbr.3), lalu angkat arang itu. Tapi hati-hati jangan sampai per penekan arangnya tercecer ya.

Kalau memang brush sudah terlihat kemakan banyak, segera ganti baru. Banderol orisinalnya sekitar Rp 40 ribuan. Tapi bisa juga gunakan produk aftermarket seperti buatan Indopart seharga Rp 17.500. "Tidak masalah kok, lumayan awet juga," tukas Deni.

Tapi sebelum memasang arang baru dan merakit commutator seperti semula, Deni menyarankan untuk membersihkan kotoran yang mungkin nempel pada permukaan commuter yang kontak dengan arang pakai ampelas halus (gbr.4).

Bersihkan pula rumah MS yang di dalamnya terdapat magnet dari kotoran. Lalu lumasi ujung batang commuter pakai gemuk secukupnya sebelum memasang kembali rumah MS. Dijamin selama kumparan commuter masih dalam kondisi baik, putaran MS bakal kembali tokcer. Brumm..bruum..!!

Penulis/Foto: DiC / Andhika