Wawancara Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional

billy - Selasa, 17 Januari 2012 | 12:04 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Konsep awal mobil ini seperti apa ?

Konsep awalnya begini, kita ini mau juga seperti negara lain. Kita kan punya banyak orang-orang yang pintar otomotif. Kok semua mobil dari prinsipal luar. Boleh juga dong kita belajar bikin prinsipal.

Kita dorong-dorong mitra-mitra kita, yuk kita bikin prinsipal. Kebetulan ada PT Solo Manufaktur Kreasi yang mengurus itu. Untuk apply kan harus ada barangnya. Barang kita siapkan bareng-bareng. Eh, ternyata boleh juga. Tapi ada kurangnya sih Eh, rakitan anak-anak ini kok dijegal EURO II.

EURO II kan konsumsi kota-kota besar, kalau di kampung kan boleh kan masih banyak pohon. Cobalah kita terus berusaha meningkatkan mesin ini supaya bisa memenuhi standar tadi. Masih dalam progres development. Kita masih meeting-meeting terus supaya diloloskan untuk bisa berpartisipasi membuat kendaraan

Bagaimana dengan nama Esemka yang dipakai?

Esemka itu kita request lah, karena berbau ‘keringat’ dan ‘darahnya’ anak SMK. Jangan dilupakan. Nah, kita belajar bikin-bikin nih. Ternyata juga memacu anak-anak lebih semangat dan orang lebih menghargai SMK juga. Untuk membangun Indonesia kan perlu anak-anak yang memiliki skill yang bagus.

Kabarnya, proyek ini berhubungan dengan pembelajaran industri kreatif pada SMK?

Boleh dong kita belajar-belajar bikin spare parts. Bikin piston, bisa. Bikin engine covernya bisa, eh kalau boleh engine-nya sekalian ya. Nanti pelan-pelan bikin exhaust
manifold, crankshaft, begitu.

Sejak kapan?

Mulai 2007. Memang kontinyu dan tidak bisa sekali. Kita memang bukan pabrikan, kita belajar..belajar. Dari pasar mobil besar ini, mbok ada lah prinsipal Indonesia. Artinya tetap menjaga kemitraan dengan yang sudah ada. Kita hormati juga bapak-bapak yang sudah di lapangan, nothing wrong dengan mereka. Dan ijinkanlah juga kita bermain di segmen yang terhitung remah-remah. Kirakira seperti itu.

Kan banyak tempat pembelajaran. Kita berbagi nih. Nanti kita pecah. Berapa kaca mobil, jok setir, dasbor dan alat-alat lain ke mitra-mitra kita, UKM-UKM yang ada anakanak SMK. Dengan adanya ini, kan lapangan kerja. Juga memunculkan enterpreneur baru. Kalau belum bisa dipakai, kan dipakai orangorang pedesaan itu kan bisa.  (mobil.otomotifnet.com)