Helm Penting, Otak Tidak Ada Gantinya!

Editor - Rabu, 3 November 2010 | 11:33 WIB

(Editor - )


OTOMOTIFNET - Pada manusia dewasa, bobot otak hanya 2% dari total bobot tubuh seseorang. Tapi jangan anggap remeh organ tubuh yang untuk normalnya sediakan 100 miliar neuron alias sel otak.

Makanya memakai pelindung kepala alias helm begitu penting bagi setiap pengendara. Biar makin paham, mengapa kepala dan otak kita mesti dapat perlindungan maksimal, bisa dilihat dari porsi kerja dalam berkendara dari bagian-bagian otak.

Lima Bagian VItal

Bagian teratas yang persis di bawah batok kepala adalah “Cerebrum” (no.1). Dikenal umum dengan sisi kiri dan kanan. Itu masih ada lagi empat wilayah yang sering disebut lobe atau ‘cuping’. Ada frontal lobe, parietal lobe, occipital lobe dan temporial lobe. Keempatnya banyak bantu Anda saat memutuskan tujuan sampai kendali fungsi-fungsi teknis motor.

Bagian besar kedua dari otak adalah “Cerebellum” (no. 2). Tumpukan ‘tisu’ ini bertugas mengoordinasi ingatan, motorik, dan ketepatan keputusan. Bekerja saat kita melakukan buka-tutup gas, atur gigi, rem sampai cermati indikator spidometer.

Bagian “Brainstem” (Hindbrain) (no.3), sebagai penghubung dari cerebrum, cerebellum dan fungsi organ tubuh. Bekerja untuk memantau semua kinerja anggota tubuh saat berkendara. 

Organ yang menunjang adalah ”Brainstem” (Superior Colliculus) (no.4). Fungsinya merespon otomatis, bekerja saat ada klakson dari kendaraan lain ataupun mengerem saat ada yang menyeberang jalan. Terakhir, “Hypothalamus” (no.5). Organ kecil ini menggerakan perintah lapar, haus, maupun lelah. Selain itu juga jadi saluran kerja emosi.


Haruskah helm aman berbanding lurus dengan harga yang tinggi?

Kornelius, ketua klub Shobat (Solo Honda Blade Team), pilih helm yang aman dulu baru urusan nyaman

Cici, helm yang sudah pernah jatuh baiknya jangan dipakai lagi. Struktur materialnya sudah tak lagi solid

Bintang, helm half face lebih nyaman buat jalur dalam kota

Harga Urusan Belakang

Menurut Bintang Pradipta, helm dibedakan dua jenis; full face dan half face. Segi fungsi, jadi pertimbangan ketum forum Otoneters Moto Rider. Rute dalam kota ia pilih model half face, lebih nyaman buat cuaca panas.

Serupa Bintang, Cici Cendikiya, ketum Jakarta Satria Club anggap kalau helm full face terbilang lebih tinggi mutu perlindungannya dibandingkan half face. Hal lain yang juga diingatkan Cici adalah usia pakai helm, 3-4 tahun saja.

Pendapat lebih kritis disampaikan oleh Danang. Ketua klub SurokarBeAt Solo yang menyebut kalao ketersediaan helm berstandar SNI di pasaran dianggapnya masih meragukan.

Ia memakai helm yang dibelinya tahun 2007, sebelum pemberlakuan SNI. Apakah helm seperti miliknya yang berstandar DOT tidak 'berlaku'?

Bagaimana, apakah otak Anda bisa digantikan?


Penulis/Foto: Heru, GOmbak, eRIE / Heru, GOmbak