Toyota Kuragaike Commemorative Hall, Kupas Habis Sejarah Toyota

billy - Senin, 2 Januari 2012 | 06:03 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Membangun industri tanpa landasan wisdom atau kebijaksanaan, rasanya  tidak akan menjamin  umur panjang.  Hal itulah yang dibuktikan penerus dinasti Toyoda, Kiichiro Toyoda ketika memulai industri mobil dari sejatinya industri tenun yang dirintis sang ayah, Sakichi Toyoda.    

Diawali dengan membongkar total Chevrolet  1933,  di suatu malam di musim gugur (Okober 1933). Kiichiro beserta koleganya berusaha mendapatkan model konstruksi untuk  mobil perdana Toyoda (masih menggunakan nama famili).  Dipilih Chevrolet 1933, karena saat itu terbilang laris di Jepang.  Sekadar catatan, General Motor (di Osaka) dan Ford (di Yokohama) memimpin industri otomotif di Jepang waktu itu dengan produksi 10.000 unit per tahun.  

Setahun kemudian, data-data pengukuran dari mobil yang dibongkar berikut suntikan filosofi membangun industri, mengantar Kiichiro dan tim untuk membuat cetakan blok mesin pertamanya di suatu siang di musim panas (Juli 1934).  Proses ini menelan ratusan kali uji coba hingga menemukan racikan material yang tepat.

Hebatnya, setahun berselang, mobil Toyoda perdana sudah bisa dilakukan tes jalan komprehensif (awal musim gugur, September 1935), disusul kemudian dengan peluncuran perdana Toyoda Model AA Sedan di September 1936.

 Toyota Model AA Sedan. Bodi streamline dan ruang penumpang lega, inovasi mobil penumpang pada 1936
Saat itu bentuk passenger car keluaran Amerika rata-rata boxes (mengotak, red.).  Kiichiro melakukan riset dan ternyata  model streamline lebih disukai pasar  lokal (Jepang).  Alhasil, sukseslah model AA Sedan diserap pasar.  Dan enggak hanya sedan, secara paralel, Kiichiro mengembangkan juga varian truk seperti  Model G1 (1935) dan GB (1938)  yang sedang tinggi permintaannya.

Langkah-langkah awal Kiichiro membangun mimpinya ini tergambar dengan jelas di Toyota Kuragaike Commemorative Hall yang terletak di Toyota City, Perfektur Aichi.  Museum peringatan Toyota ini dibangun September 1974 untuk memperingati produksi ke 10 juta unit Toyota.  

Boleh dibilang museum ini sangat fokus mengantar pesan.  Bila Anda berasumsi seluruh rentang waktu kesejarahan Toyota masuk di sini, itu tidak tepat.  Tapi, bagaimana Toyota Motor Corporation atas nama Kiichiro Toyoda mulai merangkak hingga berdiri tegak, di sinilah tempatnya.

Banyak cara dipakai agar pengunjung  (tanpa harus bayar tiket masuk) bisa memahami sepenggal sejarah penting Toyota itu.  Mulai display model-model awal Toyota,  radiorama (paduan radio dan diorama),  maket pabrik, foto-foto, hingga sajian dokumenter audio visual.  Ini masih ditambah panduan dari Kepala Museum, Matsuura yang menemani pengunjung dari teras depan (Prologue) hingga  ke pintu keluar. 

Satu kesan didapat OTOMOTIF yang datang ke sana atas undangan PT Toyota Astra Motor, Kamis (1/12), yakni komitmen pada  wisdom akan mewujudkan mimpi dan berjangka panjang. (mobil.otomotifnet.com)