F1. Prosedur Start Diubah Jadi Tantangan Baru di Spa Francorchamps

Kamis, 20 Agustus 2015 | 19:00 WIB



Spa Francorchamps merupakan lokasi menantang setelah Juli lalu FIA mengubah regulasi tata cara start yang kini lebih mengandalkan peran kaki dan tangan pembalap. Sehingga balapan kali ini akan menjadi balapan yang sulit ditebak di tahap awal.

Dalam balap ini, enggak ada kesempatan untuk menyetel gigitan kopling setelah mobil meninggalkan pit dan menuju ke grid. Sementara komunikasi tim dengan pembalap juga dibatasi.  

Di balapan sebelumnya, race engineer akan memonitor performa menjelang start dengan memilihkan gigitan kopling berdasarkan hasil latihan start yang dilakukan selama akhir pekan. Dari situ ia akan memberitahu pembalap untuk memilih settingan gigitan kopling yang akan digunakan pada start di balapan. Pembalap Lalu mencari settingan gigitan kopling yang pas lewat tombol atau saklar.

Namun di GP Belgia ini, komunikasi antara engineer dan pembalap dibatasi. Mereka tidak diperbolehkan lagi bicara mengenai setelan kopling dan hanya bicara seputar hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan. Misal kondisi trek di depan, adanya bendera yang dikibarkan marshal atau meminta kembali ke pit karena ada kerusakan. FIA akan memantau hal ini. 

Pembalap harus memperhitungkan sendiri kekerasan gigitan kopling (bite point) optimal dan mengeset pedal kopling yang tepat. Bite point update dari bite point finder mesti dinonaktifkan dengan mensetting ‘BBitePointFinderUsed’ ke nol.

Lalu perubahan apa yang akan terjadi mulai di Spa ini? Tak lain kualitas start tiap pembalap akan berbeda-beda karena mereka punya menyetel sendiri titik optimal gigitan kopling.

Meski begitu, kemungkinan mesin mobil akan mati karena pembalap melakukan kesalahan juga minim karena ada dua pedal untuk satu kopling yang dioperasikan pembalap. Satu dilepas saat start dan satu lagi dilepas ketika pembalap sudah merasakan daya cengkeram pada mobilnya.