Panduan Servis Honda Supra X125 PGM-FI, Jangan Sampai Mampet

Otomotifnet - Minggu, 13 Desember 2015 | 11:50 WIB

(Otomotifnet - )

Jakarta - Bebek legendaris dari Honda ini sudah menguasai pasar motor bebek sejak tahun 1997, berbagai perubahan mesin serta tampilan sudah dilakukan selama 18 tahun ini. Masyarakat Indonesia pun sudah meyakini ketangguhan dan keiritan motor ini, jadi tidak heran jika selalu melihat bebek ini seliweran di jalan.

Namun, agar performa dan keiritan tetap terjaga, jangan lupa selalu melakukan servis berkala setiap kelipatan 4.000 km. Perawatan servis berkala meliputi penggantian oli, oli yang disarankan untuk motor ini adalah yang mempunyai visi kositas SAE 10W-30.

Kemudian mengecek dan membersihkan busi. “Busi dijaga kerenggangannya dengan jarak yang sudah ditentukan yaitu 0,8-0,9 mm, jika melewati batas kerengganannya maka perlu disetel ulang,” ucap Budi Sutrisno, kepala mekanik AHASS Bintang Kemakmuran.

“Selain jarak renggang pada busi, kerenggangan pada klep juga harus dicek dan diperiksa saat servis berkala. Tujuannya agar klep dapat menutup dengan rapat pada waktu yang tepat, sehingga pembakaran dapat terjadi dengan baik,” tutur Budi, panggilan akrabnya.

Pemeriksaan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan pada sistem pengereman, terutama kampas rem. “Jangan sampai membiarkan kampas rem yang habis, karena piringan cakram akan tergerus, terlebih berbahaya bagi keselamatan pengendara,” tegas pria yang ngepos di Jl. Raya Hankam, Pondok Gede, Bekasi ini.

Gimana dengan air filter? “Karena sudah menggunakan filter udara jenis kertas basah jadi gak perlu dibersihkan, apalagi disemprot menggunakan angin dari kompresor. Karena nanti kandungan oli pada filternya malah hilang dan tidak bisa menyerap kotoran dengan baik. Jadi sebaiknya langsung diganti pada kelipatan 16.000 km atau bisa lebih cepat tergantung medan yang dilewati,” ucap Muh. Winarno, salah satu mekanik di AHASS Bintang Kemakmuran tersebut.

Sudah jelas tertera di tangki bensin bahwa motor ini dianjurkan untuk menggunakan bensin tanpa timbal atau minimal RON 92, namun tidak jarang masih ada konsumen yang memakai bensin jenis Premium. “Dalam jangka waktu panjang pemakaian bensin tersebut akan mengakibatkan penumpukan kotoran pada fuel pump, kalau sudah menumpuk pasti akan menyumbat aliran bensin menuju injektor, akibatnya adalah motor mengalami gejala brebet dan susah hidup. Kalau sudah gini harus melakukan kuras tangki untuk membersihkannya,” beber pria ramah ini.

Budi Sutrisno juga menyarankan untuk melakukan servis pembersihan injektor setiap kelipatan 12.000 km, “Untuk mengoptimalkan pengabutan pada ruang bakar, maka servis pembersihan injektor ini harus dilakukan, metodenya dengan cara diinfus menggunakan tabung khusus yang diisi dengan obat pembersih injektor, selanjutnya ditekan dengan udara dari kompresor sambil motor dihidupkan dan hanya memakan waktu kurang lebih 5-10 menit saja,” tutupnya. • (otomotifnet.com)

Poin yang diperiksa
Periksa saluran bahan bakar
Periksa cara kerja gas tangan
Bersihkan pernapasan bak mesin
Periksa busi
Periksa jarak renggang klep
Ganti oli mesin
Bersihkan saringan kasa oli mesin
Bersihkan saringan centrifungal oli mesin
Periksa putaran stasioner mesin
Periksa & lumasi rantai rodaZ
Periksa minyak rem
Periksa keausan kampas rem
Periksa sistem rem
Periksa switch lampu rem
Periksa arah sinar lampu depan
Periksa sistem kopling
Periksa standar samping
Periksa suspensi
Periksa roda/ban
Periksa bantalan kepala kemudi

Daftar harga
Busi Rp 12.700
Kampas rem depan Rp 45.000
Kampas rem belakang Rp 42.000
Oli Rp 38.000
Filter udara Rp 45.000
Servis lengkap Rp 60.000
Kuras tangki Rp 40.000
Servis injector Rp 80.000

 

Penulis / foto : Fariz