Tren Curanmor ‘Mengakali’ GPS Tracker, Pabrikan Mobil Jangan Mau Kalah

toncil - Kamis, 10 Desember 2015 | 10:17 WIB

(toncil - )

Jakarta - Dalam gelar barang bukti 101 mobil curian di Mapolda Metro Jaya (6-8/12) terungkap modus baru dengan ‘mengakali’ GPS tracker. 
“Ada tiga modus yang kami temukan. Pertama adalah menggunakan alat jamming sinyal, kedua pakai sinyal detektor untuk menemukan modul GPS tracker untuk dilumpuhkan, ketiga adalah hacking GPS tracker untuk menemukan lokasi mobil yang diincar,” sebut Kompol Budi Hermanto, Kasubdit VI Ranmor, Ditreskrimum Polda Metro Jaya (8/12).

GPS tracker merupakan bagian dari modul pengaman yang memberitahukan posisi real time kendaraan yang dikirim melalui pemancar berbasis sinyal ponsel atau GSM. Nah, piranti GPS tracker umum dijual di bursa aksesoris aftermarket sebagai perangkat tambahan. 

“Saya masih belum tahu, mengapa bisa datanya bocor dan terlacak atau di-hack oleh pelaku,” lanjut Kompol Budi. Faktanya, para ‘maling’ berkerja layaknya sindikat yang profesional. Artinya dicurigai mereka berkerjasama dengan produsen hingga vendor GPS tracker. 

“Memang kami mencurigai adanya sindikasi yang melibatkan produsen hingga pemasang (mekanik/bengkel/toko) GPS tracker. Kita masih dalami modus ini,” tegas Kompol Budi Hermanto, Kasubdit VI Ranmor, Ditreskrimum Polda Mtero Jaya.

Terkait masalah ini, Dadi Hendriadi GM of Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan, meskipun pencuri selalu mencari celah, sebagai pemilik hendaknya tetap waspada. "Sebaiknya berusaha untuk mencegah, meskipun kita tahu pencuri pasti selalu mencari celah untuk membobol sistem keamanan apapun di mobil kita," papar Dadi Hendriadi saat dikonfirmasi OTOMOTIFNET lewat sambungan telepon, Selasa (8/12).

Sementara itu, menurut salah satu produsen mobil premium, Mercedes Benz tak mudah dilakukan. "Untuk Mercedes Benz sendiri ada empat sistem keamanan, selain itu juga setiap kunci dari Mercedes Benz ada sistem safety. Jadi komputer mobil hanya bisa membaca kunci yang tepat, dalam artian ada sistem sinkronisasi antara kunci mobil, rumah kunci, dengan unit komputer mobil melalui gelombang radiowave," papar Ananta Wisesa, Section Manager External Communication, PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI). Harryt (Otomotifnet.com)