MotoGP Indonesia 2017. Progress Lambat Tapi Belum Batal

Senin, 21 Desember 2015 | 20:49 WIB

Jakarta - Progress penyelesaian tahapan-tahapan untuk memenuhi syarat penyelenggaraan MotoGP Indonessia 2017 diakui lambat. Meski begitu, Indonesia belum batal menjadi calon tuan rumah balap motor tertinggi di dunia tersebut.

Hal ini disampaikan Irawan Sucahyono, advisor PT Sarana Sirkuitindo Utama, pengelola sirkuit Sentul.  

“Progress kita lambat, iya. Orang lain lebih cepat. Tapi belum melampaui deadline-deadline,” ujarnya (21/12).

Beberapa deadline yang kian mendekat yakni pengajuan proposal berisi circuit plan yang sudah harus selesai akhir Desember ini.

Setelah proposal selesai maka diajukan ke Dorna untuk di pelajari. Jika oke maka dilanjut dengan kontrak maksimal akhir Januari.

“Setelah kontrak harus bayar-bayar dengan termin dan progress diamati. Dia (Dorna) pantau di situ,” terang Irawan.

Ia mengakui saat Dorna datang ke Indonesia Mei lalu, ada 4-5 sirkuit yang bilang siap menyelenggarakan MotoGP.

Salah satu yang sangat berminat yakni Finlandia yang memiliki sirkuit Kymi Motorsport Park.

Mereka lebih siap dalam mempersiapkan dokumen-dokumen. Namun seperti halnya Indonesia, belum ada kejelasan dana meski diback-up oleh pemerintahnya.

Sementara di Indonesia sendiri, Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dan Dorna saja molor.

“Mungkin itu yang Dorna khawatir. Tapi belum jadi keputusan batal,” pungkas Irawan.