Test Drive BMW X4 xDRIVE 28i M Sport

Otomotifnet - Selasa, 9 Februari 2016 | 15:24 WIB

Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport (Otomotifnet - )

Tahun 2008 silam, pertama kalinya BMW memperkenalkan X6, SUV dengan bentuk nyeleneh, yang disebutnya SAC (Sports Activity Coupe)

Jakarta - Majukan hingga akhir 2014, penjualannya mencapai 250 ribu unit. Diterimanya X6 dengan baik itu lah yang menjadikan asal-usul kelahiran X4. Namun ketika kakaknya hanya didatangi pesaing Mercedes-Benz GLE Coupé, kelas yang harus X4 masuki sudah disesaki brand super-premium seperti Range Rover Evoque dan Porsche Macan sebagai SUV sporty. Apakah masih terdapat ruang bagi para entusias luxury-brand ini untuk kehadiran BMW berkode F26? • Tim OTOMOTIF

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Desain

Desain

Pantaskah kalau X4 disebut versi mini dari X6? Garis desain yang sebelumnya membentuk X5 jadi sebuah X6, kini membuat X3 menjadi sebuah X4. Kami suka bagian sexy back-nya dengan atap ala kupe dan kombinasi bumper dengan diffuser-nya tersebut. Varian yang dicoba membawa nama M Sport di belakang, sehingga dilengkapi dengan body kit M Aerodynamics, yang terdiri dari bumper belakang dan bumper depan dengan air scoop besar di bawah fog lamp. Meski tetap familiar dengan setiap varian BMW lainnya, namun kabin X4 cenderung terlihat membosankan dengan dasbor yang out of date. Sedangkan minimnya penggunaan plastik di interior tetap menjanjikan kualitas tinggi.

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Dimensi

Dimensi

Lebih pendek 23,8 cm dan ramping 10,8 cm dibanding X6, tetap saja X4 bukan sebuah mobil yang kecil. Duduk di depan sudah jelas tidak akan kekurangan leg room dan head room. Namun atap menekuk di belakang membuat kepala tester OTOMOTIF dengan tinggi 175 cm nyaris mentok, sedangkan kaki masih cukup jauh dengan jok depan. Satu lagi, sayang jok belakang tidak dapat di-recline. Oh iya, atap tadi juga membuat visibilitas ke belakang menjadi sangat minim. Absennya kamera 360, bahkan kamera belakang membuatnya semakin sulit diparkirkan, apalagi radius putarnya yang mencapai 5,95 meter membuatnya harus maju mundur lebih dari 1x ketika ingin memutar.

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Fitur
Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Fitur

Fitur

Dengan price tag di atas Rp 1 miliar, fitur yang disediakan tergolong banyak. Mulai dari passive keyless entry yang dapat membuka kunci hanya dengan memegang bagian dalam handel pintu, lalu tombol start stop, monitor layar lebar 8,8 inci, sunroof, wiper dan lampu Bi-Xenon otomatis, jok elektrik untuk pengemudi dan penumpang depan dan cruise control semua tersedia. Favorit kami, bagasi dengan Smart Opener yang dapat membuka pintu belakang hanya dengan mengayunkan kaki ke bawah bagasi, meski tidak jarang metode ini gagal dan kami terlihat seperti sedang menendang bagian belakang tanpa alasan.

Speaker Harman Kardon sebanyak 16 buah juga membuat mendengarkan senandung Con Te Partirò oleh Il Divo dari iPhone yang dikoneksikan via USB atau Bluetooth menjadi sebuah pleasure. Enaknya minim pengaturan sehingga dapat dilakukan awam sekalipun.

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Performa

Performa

Tengok kap mesin, sangat terlihat ruang ini dimaksudkan untuk sesuatu yang lebih besar. Mesin 2.0 L dengan twinscroll turbocharger secara teori menjanjikan tenaga 245 dk dan torsi 350 Nm yang sudah bisa diperoleh sedini 1.250 rpm. Hasil tes, dari diam hingga 100 km/jam dicapai hanya dalam 6,9 detik. Mudahnya, X4 mudah saja mengasapi sportcar standar seperti Toyota 86 maupun Mazda RX-8 yang sedang berusaha unjuk gigi.

Launch control untuk traksi maksimum saat meluncur juga tersedia dan dapat diaktifkan dengan masuk ke mode Sport+. Menggeser tuas transmisi ke manual, lalu tahan pedal rem dan injak gas hingga sekitar 2.500 rpm, kemudian lepas dan akan muncul tulisan ‘Launch Control active'.

Respon mesin di mode Comfort dan Sport juga terasa sangat responsif tanpa perlu mengkhawatirkan kemampuannya untuk overtaking. Sedangkan performa transmisi 8-percepatannya pun sama seperti varian BMW lainnya, tetap terasa sebagai salah satu yang terbaik dengan berpindah halus di mode Eco Pro dan Comfort, sedangkan pergantian gigi menjadi sangat cepat di mode Sport dan Sport+.

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Handling & Kenyamanan

Handling  & Kenyamanan

Meski memiliki ground clearance 8 inci sama dengan X3, X4 lebih pendek 60 mm, sehingga secara teori tentu mempunyai kestabilan yang lebih baik. Didukung dynamic sport damper yang membuat bantingan jadi keras di mode Sport, tentu DNA dinamis BMW saat menikung jauh lebih terwariskan dibandingkan di saudara besarnya, X6.

Rasa sebuah SUV tetap didapatkan dengan genggaman setir M Sport yang besar dan terasa mantap. Sedangkan sebagian besar waktu dalam mode Comfort, suspensi cukup memanjakan 5 penumpang yang dapat dimuat tanpa harus memantul-mantul, meski memang tidak senyaman rasa suspensi udara pada X5. Anehnya, bantingan terasa keras saat tiba-tiba ban Michelin Primacy 3 berprofil 245/45R19 harus masuk ke lubang.

Konsumsi

Meski lebih kecil dibanding X6, namun X4 tetap tidak bisa dianggap ringan. Beratnya yang lebih dari 1.800 kg, atau kira-kira sama dengan Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport yang berdimensi lebih besar, menjadikan kinerja mesinnya cukup berat. Penggerak 4 roda full time juga turut serta mempengaruhi konsumsi BBM-nya. Untung, penggunaan turbocharger tidak membuat angkanya terlalu bengkak. Pasca melewati rute kombinasi macet dan jalan tol, kami mencetak angka 8,6 km/liter. Itu pun sudah dengan bantuan metode penghemat yang disediakan, misalnya dengan mengaktifkan mode Eco Pro, early shift hingga pengaturan climate. Auto Start/Stop yang mematikan mesin saat berhenti juga selalu diaktifkan selama masa tes.

Data Spesifikasi:

Mesin: 4-silinder segaris 1.997 cc dengan BMW TwinPower Turbo, Direct Injection dan Valvetronic Tenaga Maksimum: 245 dk @ 5.000 - 6.500 rpm Torsi Maksimum: 350 Nm @ 1.250 - 4.800 rpm Transmisi: Otomatis 8-percepatan ZF Steptronic Sport Dimensi (p x l x t): 4.671 mm x 2.089 mm x 1.624 mm Wheelbase: 2.810 mm Ground Clearance: 203 mm Sistem kemudi: EPS dengan Variable Sport Steering Suspensi Depan: Independent Macpherson Strut dengan Dynamic Damper Suspensi Belakang: Independent Multi-link dengan Dynamic Damper Rem Depan / Belakang: Ventilated Disc / Ventilated Disc dengan ABS Ukuran Ban: 245/45R19 Kapasitas Tangki: 67 liter Harga: Rp 1.199.000.000 off the road

Data Tes

Akselerasi 0 - 60 km/jam: 3,1 detik
0 - 100 km/jam: 6,9 detik
40 - 80 km/jam: 2,9 detik
0 - 201 m: 9,7 detik
0 - 402 m: 15,2 detik
Konsumsi Dalam Kota: 8,6 km/liter
Luar Kota: 10,1 km/liter
Konstan 60 km/jam: 18,2 km/liter
Konstan 100 km/jam: 15 km/liter

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Jennifer Husin

Testimoni:

Jennifer Husin,

21 tahun
Dodge Journey 2013

Bentuknya menarik, tapi kurang sangar kalau dibandingkan SUV lainnya. Interiornya terlalu complicated jika baru pertama kali. Saya juga kurang suka pemakaian warna interior coklat karena kurang sporty. Tetapi ternyata nyaman juga untuk sebuah SUV, lebih nyaman dari Journey yang saya pakai.

Pesaing:

 

Range Rover Evoque
 

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Range Rover Evoque

Mesin: 4-silinder segaris 1.999 cc dengan turbocharger

Tenaga / Torsi: 238 dk / 340 Nm
Transmisi: Otomatis ZF 9-percepatan
Harga: By Request

Rian/otomotifnet
Test Drive BMW X4 xDrive 28i M Sport
Porsche Macan

Porsche Macan

Mesin: 4-silinder segaris 1.984 cc dengan turbocharger
Tenaga / Torsi: 237 dk / 350 Nm
Transmisi: Dual-clutch Porsche PDK 7-percepatan
Harga: By Request