Tips Fungsi Tombol S+ Pada New Honda CR-Z, Boost Ala Kers

Parwata - Senin, 8 Agustus 2016 | 08:39 WIB

(Parwata - )

Jakarta - Selain bentuk eksotiknya, ada satu hal yang membuat OTOMOTIF sangat penasaran dengan New CR-Z, hatchback hybrid Honda di Indonesia. Terletak di sebelah kanan bawah setir, adalah sebuah tombol bulat kecil ‘S+’.

Apa fungsinya? Dinamakan ‘Tombol Plus Sport System’, tombol tersebut diklaim dapat membantu akselerasi sesaat, dengan bantuan tenaga mesin dan motor elektris ketika pedal gas diinjak.

Terdengar keren, apakah seperti tombol NOS ketika bermain video game Need For Speed? Setelah mencoba dan mengamati selama mengetes New Honda CR-Z CVT. Yang langsung bisa kami katakan, efeknya tidak sekejap menghempaskan kepala ke jok ketika tombolnya ditekan seperti efek NOS.

Lebih mirip KERS (Kinetic Energy Recovery System), namun tenaganya sudah dari awal tersimpan di baterai 144 V, untuk dikeluarkan saat tombolnya ditekan. Berikut detail cara tombol S+ tersebut bekerja.

Aktivasi tombol

Aktivasi

Karena baterai IMA tidak dapat dikuras habis dan dibutuhkan paling tidak 2 bar, agar motor IMA dapat terus bekerja dengan benar, sistem S+ membutuhkan minimal 4 bar baterai, yang dapat dilihat di indikator hybrid di kiri atas instrument cluster.

Kemudian, tombol tersebut dapat ditekan ketika indikator hijau ‘READY S+’ di atas bar baterai menyala, yang otomatis muncul ketika kecepatan di atas 30 km/jam.

Sekali tombol ditekan, indikator ‘S+’ pada ‘READY S+’ akan berkedip, menunjukkan sistem sudah siap diaktifkan. Untuk benar-benar menjalankannya, perlu menginjak pedal gas paling tidak lebih banyak dibanding sebelumnya, hingga indikator ‘READY’ padam dan tersisa indikator ‘S+’ terus berkedip.

Bila ketika diaktifkan, sedang menggunakan mode ECON dan NORMAL, maka ambient meter pada instrument cluster yang tadinya berwarna biru atau hijau akan berubah jadi merah.

Menonaktifkan    

Ada beberapa hal yang dapat menonaktifkan sistem. Yang pertama dan akan terjadi otomatis adalah ketika sistem ini terus bekerja dan baterai terkuras hingga tersisa 4 bar saja. Selain itu, hal-hal berikut juga akan membatalkan pemakaian sistem Plus Sport:


- Tidak menginjak pedal gas lebih dari 5 detik
- Tombol S+ kembali ditekan
- Menginjak pedal rem
- Melepas pedal gas saat S+ berkedip
- Menikung tajam
- Kecepatan roda depan dan belakang atau kiri dan kanan berbeda secara signifikan, karena jalan basah atau licin

Efek penggunaan

Efek    

Meski terdengar keren, namun tombol ini lebih untuk bersenang-senang. Pasalnya, kerja maksimum motor listrik dan mesin bensin juga bisa didapatkan dengan melakukan kickdown. Karena itu, efek yang dirasakan ketika menggunakan mode S+ ini jauh lebih terasa saat injakan pedal gas tidak maksimal, misal hanya 50% atau 75% saja.

Saat kami coba menggunakan mode ECON dan cruising santai, menekan tombol S+ dan sedikit menambah injakan langsung mengganaskan mesin dan menaikkan putaran CVT secara drastis. Sesuai efek di atas, tentu penggunaan mode ini paling cocok saat menyusul atau overtake.

Kami pun mensimulasikannya dengan metode cruising pada kecepatan 35 km/jam di berbagai mode, lalu menaikkan injakan pedal gas hingga 50% dan mengukur waktu yang dibutuhkan dari 40 km/jam hingga 80 km/jam menggunakan Racelogic. Berikut hasilnya:

Data Akselerasi 40-80 km/jam

ECON      : 10 detik
Normal    : 8,4 detik
Sport       : 6,5 detik
S+          : 4,7 detik