Ferrari 488 GTB First Drive Review, Not Your Daily Supercar

Fransiscus Rosano - Selasa, 3 Januari 2017 | 09:55 WIB

(Fransiscus Rosano - )

Jakarta - Semenjak didirikan Enzo Ferrari lebih dari setengah dekade lalu, brand eksotik Italia ini selalu kental dengan DNA balapnya, terutama pada bidang Formula 1 dan tidak terkecuali di balap lain seperti Le Mans atau Grand Prix.

Mengandung darah racing tersebut, mobil produksinya tidak pernah jauh dari kata ‘kencang’.

Secara garis besar, ‘The Prancing Horse’ yang bisa anda beli di jalanan umum dibagi menjadi dua kategori, gran tourer yang akan membuat anda merasa nyaman sekaligus bangga dalam perjalanan jauh dan satu lagi yang dapat membuat anda menjadi orang paling sombong di kala track days.

F12 Berlinetta dan California T yang pernah Otomotifnet coba termasuk yang pertama, sedang 488 GTB yang baru kami jajal tergolong ke yang selanjutnya.

Lekukan ekstrem dari 458 Italia lebih dikembangkan untuk alasan aerodinamika di 488 GTB

Singkatnya, 488 GTB bisa dibilang penerus 458 Italia sebagai road car Ferrari tercantik yang mengusung desain dengan lekukan ekstrem.

Make no mistake, Maranello tidak membuat kesalahan 2 kali. Memastikan tidak akan tertinggal lagi dari McLaren soal aerodinamis, 488 GTB mengambil beberapa petunjuk dari LaFerrari, seperti DRS yang otomatis menurunkan flap untuk menurunkan drag pada kecepatan tertentu.

Anyway, kami mencobanya selama setengah hari dan memastikan ini adalah Ferrari berbeda dengan jenis GT yang sudah kami coba sebelumnya.

Bagaimana impresinya? Baca terus sampai page akhir.