Kontradiksi Di Balik Kaca Lebar Wuling Cortez, Pandangan Luas Tapi Panas

Taufan Rizaldy Putra - Sabtu, 10 Maret 2018 | 15:05 WIB

Menguji Wuling Cortez di Jawa Timur (Taufan Rizaldy Putra - )

Otomotifnet.com - Selama setahun terakhir Wuling sudah meluncurkan dua varian MPV untuk pasar Indonesia, yaitu Confero dan Cortez.

Keduanya punya desain pilar-pilar dan kaca mobil yang cukup tinggi.

Hal tersebut ditujukan agar pengemudi memiliki pandangan yang lebih luas dengan blind spot yang lebih kecil.

Alasan itu memang dapat dirasakan saat kami diundang untuk mencoba sensasi berkendara Wuling Cortez pada acara media test drive yang belum lama ini diadakan.

(BACA JUGA: Tips Pengacara Kondang Hotman Paris, Kalau Melanggar Jangan Digas, Kendorin Aja)

Mengemudikan Wuling Cortez memang seakan berada di dalam aquarium dengan jarak dan luas pandang yang baik, terutama dengan tulang-tulang pilar pintu yang tipis.

kompas.com
Wuling Cortez 1.800 cc

Namun kenyataannya, penampang kaca yang luas tak serta-merta menjadi nilai plus yang mutlak.

Saat kami mengendarai Wuling Cortez di daerah bersuhu tinggi dengan matahari yang menyilaukan, kaca-kaca tersebut seakan menjadi pedang bermata dua.

Kenyamanan dengan pandangan yang luas berkurang karena ternyata sinar dan panas matahari yang terpancar masuk ke kabin lewat kaca pun semakin intens.

Ario
Sunroof Wuling Cortez

Hasilnya, AC dari Wuling Cortez terasa tak kuat menjabani panas dari luar kabin mobil.

Para penumpang di dalamnya pun mulai merasakan panas matahari yang menyengat dan suhu dalam kabin yang meningkat.

Wah, bisa menjadi masalah nih kalau harus berkendara di daerah panas dengan matahari yang terik.

Tapi tenang saja, hal tersebut seharusnya bisa diminimalisir dengan kaca film bermerek yang punya peredaman sinar matahari yang lebih baik.