Test Drive Wuling Cortez 1.8L LUX+ I-AMT, Lama-lama Juga Terbiasa

Parwata - Minggu, 12 Agustus 2018 | 10:00 WIB

Test Drive Wuling Cortez 1.8L LUX+ I-AMT (Parwata - )

Kenyamanan & Handling

Sepertinya, Wuling Motors begitu memperhitungkan faktor kenyamanan penumpang, agar bisa bersaing di pasar mobil keluarga di Indonesia.

Tentunya selain harga yang kompetitif. Maklum, pilihan mobil keluarga di kelas ini terbilang cukup banyak.

Jadi, bila tidak ada sesuatu yang jadi kelebihan, mungkin akan sulit untuk bersaing. Apalagi ini brand baru.

Seperti yang tadi sudah disebutkan, selain kemampuan akomodasi yang luas, duduk di semua baris joknya pun terasa nyaman dan tidak bikin badan mudah letih.

Meskipun mobil dipakai jarak jauh. Busa joknya terbilang lumayan lembut.

Apalagi di bangku baris keduanya (captain seat) diberi arm rest, membuat posisi duduk jadi lebih rileks dan nyaman.


Ditambah suara noise mesin, angin maupun ban saat berlari kencang, tidak begitu terdengar di dalam kabin.

Tak hanya itu, bantingan suspensi depan dan belakang yang sudah independent, tergolong sangat baik.

Ketika melewati jalan keriting maupun berlubang yang sering kami temui di sepanjang jalan dari Kalianda, Lampung Selatan menuju kota Bandar Lampung, guncangan di dalam kabin tidak begitu terasa.

Buktinya, penumpang yang tertidur saat itu, masih tetap terlelap tanpa gangguan.

Tapi anehnya, ketika melewati polisi tidur, ayunan bagian depan mobil terasa agak kasar.

Rebound suspensinya terasa telat, sehingga membuat bagian depan mobil kayak tiba-tiba jatuh.

Meski begitu, secara handling kami akui mobil ini cukup nyaman untuk sebuah mobil keluarga.

Saat berjalan pelan, putaran setirnya terasa ringan. Sehingga tidak membuat pengemudi cepat lelah. Hanya saja agak terasa 'kosong'.

Namun ketika berlari pada kecepatan tinggi, putaran setir akan makin berat guna menjaga kestabilan laju kendaraan.

Ini merupakan hal yang positif buat safety.

Oh iya, kala dijajal bermanuver pada kecepatan tinggi di tikungan parabolik dalam tol memasuki kawasan Merak, sama sekali kami tidak merasakan ada gejala body roll.

Begitu pula ketika diuji bermanuver ekstrem di tikungan agak patah, tidak ada gejala oversteer maupun understeer.

Tentunya ini berkat fitur Electronic Stabilty Control (ESC) dengan Traction Control yang diusungnya.

Ditambah keempat rodanya sudah menggunakan pengereman cakram, dengan teknologi ABS dan EBD.

Rizky/Otomotifnet
Test Drive Wuling Cortez 1.8L LUX+ I-AMT