Cakram Kawasaki W175 Kok Kecil? Ganti Ah, Lebih Proporsional Dan Pakem

Parwata - Jumat, 16 November 2018 | 21:00 WIB

Tips Ganti Cakram Kawasaki W175 (Parwata - )

Otomotifnet.com - Kawasaki W175 hadir dalam tampilan klasik, enaknya motor ini fleksibel untuk dimodifikasi dalam berbagai aliran dari classic, scrambler, sampai flat tracker.

Namun ada ganjalan menurut para modifikator.

Salah satunya karena diameter cakramnya kecil, terlebih jika sudah menggunakan ban lebih tebal, jadi kayak cakram skutik deh!

Solusinya?

(BACA JUGA: Piston Bore Up Buat Kawasaki W175, Pakai Kawasaki Boss)

Ganti saja dengan cakram berdiameter lebih besar.

Selain membuat tampilan lebih proporsional, dengan cakram lebar juga membuat rem jadi lebih pakem.

Tapi karena belum ada yang khusus W175, terpaksa harus mengkanibal dari punya motor lain.

Berikut ini pilihan dan cara pasangnya. Yuk simak. (Fariz/OTOMOTIF)

SUZUKI SMASH

Istimewa
Cakram aftermarket untuk Suzuki Smash

Pilihan pertama menggunakan cakram versi aftermarket untuk Suzuki Smash.

Yang sudah sering memasangnya Bengkel Teras yang berada di Lembah Hijau Residence, Kreo Selatan, Larangan, Kota Tangerang, Banten.

“Pemasangan gak langsung plug and play, perlu ada ubahan seperti lubang tengahnya yang beda diameter."

"Smash 45 mm sedangkan W175 48 mm, makanya cakram Smash harus dibesarin diameter tengahnya dengan dibubut supaya masuk ke tromol W175,” buka Rieno Muryanto, teknisi di Bengkel Teras.

(BACA JUGA: Kawasaki W175 Brebet? Panggil Saja Suzuki Satria 2-Tak!)

Tidak sampai di situ, keempat lubang baut juga perlu dibesarkan, karena posisinya yang kurang pas dengan lubang baut di tromol W175.

“Besarkan ke arah bawah pakai bor tuner,” tambah Rieno yang juga humas Kawasaki W175 Indonesia (KWI).

Cakram diameter 300 mm ini dijual dengan harga Rp 390 ribu.

“Sudah termasuk bracket kaliper, kalau mau sekalian pasang tambah Rp 50 ribu saja."

"Ada 2 model yang kembang dan bulat, tapi saat ini yang bulat sedang susah, jadi banyak yang model kembang,” sebut Bogie Ariestian, punggawa Bengkel Teras yang juga menjabat sebagai ketua KWI.