Honda Tiger Tua Tapi Nyakar, Pakai Jurus Diesel, Mesin 212 Cc

Ignatius Ferdian - Jumat, 18 Januari 2019 | 18:30 WIB

Honda Tiger generasi pertama yang dirilis tahun 1993 (Ignatius Ferdian - )

Bagian pantat piston biasa dikurangi 5 mm.

Bagian samping area lubang pen piston juga kena papas.

Bagian dalam juga difreis menggunakan CNC agar presisi.

Untuk bagian atas tidak dilakukan pemapasan. Hanya membuatkan coakan klep agak dalam supaya klep tidak mencium piston saat proses buka.

Selanjutnya proses honing boring agar piston yang sudah dimodif bisa presisi di dalam boring dan tidak menyebabkan lecet.

MODIF HEAD SILINDER

whatapps/muhammad ihsan
Pengerjaan klep di head silinder

Di head ada 3 pengerjaan penting, yaitu porting, backcut klep dan noken as.

Klep standar disulap jadi racing dengan metode backcut.

Fungsi utama back cut untuk memperingan bobot klep.

Sehingga menghindari terjadinya floating (telat balik) akibat per klep yang loyo.

(Baca Juga : Begini Cara Menyetel Jam dan Tingkat Kecerahan Spidometer Honda Forza)

Selain itu keuntungan yang lain ialah agar kinerja mekanis rocker arm (pelatuk klep) yang digerakkan oleh noken-as jadi lebih ringan.

Ujung ujungnya kerja noken-as menjadi lebih efisien.

Dan jangan lupa untuk mengeraskan (harden) ulang bagian topi klep dan payung klep, agar lebih tahan.

DURASI NOKEN AS

whatapps/muhammad ihsan
Noken AS

Pengerjaan noken as yaitu dengan mengelas ulang seluruh permukaan menggunakan argon dan bahan steelite.

Agar lobe kuat dan tahan aus saat berputar di rpm tinggi.

Setelah noken-as di-dial dan di sesuaikan durasinya dengan spek motor tersebut, IMJM Garage memilih durasi tengah antara 250-265 derajat.

Itu disesuaikan kompresi statis yang diset.

Semakin tinggi kompresi, semakin tinggi pula durasi noken-as yang harus dibuat.

(Baca Juga : Yamaha Lexi Klimis, Bikin Sokbreker Belakang Hilang Dari Pandangan)

 PORTING-POLISH

whatapps/muhammad ihsan
Porting polish

Pengerjaan selanjutnya yaitu porting-polish. Disesuaikan keinginan mesin, di rpm berapa tenaga akan meledak dengan nyaman, dan tentunya efisiensi bahan bakar.

Dalam hal ini, porting-polish dibantu Mas Fahmi dari CR30 Performance.

Setelah semua peranti ini selesai dikerjakan, selanjutnya penyusunan mesin.

Setelah itu dilakukan buret untuk set rasio kompresi statis yang diinginkan.

(Baca Juga : Tips Pasang Crash Bar di New Kawasaki Versys 650, Pengaman Saat Apes)

Begitu semuanya sudah selesai, mesin siap dinaikkan dan dihidupkan.

Jangan lupa agar upgrade kopling karena tenaga yang keluar sudah bukan standar.

Biasanya menggunakan kampas kopling yang bagus atau berbahan kevlar.

Juga per kopling pakai yang racing.

Info lebih jelasnya silakan kontak Ihsan di HP 087823001066.