Polisi Gadungan Bisa Dikenali Secara Kasat Mata, Perhatikan Ciri-ciri Ini

Irsyaad Wijaya - Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:15 WIB

Polisi gadungan yang bernama Joseph Anugerah (20) digelandang ke Polda Metro Jaya pada hari Minggu ( (Irsyaad Wijaya - )

Otomotifnet.com - Ada ciri khusus untuk membedakan antara polisi gadungan dan asli.

Sebab, tak jarang ditemukan modus perampasan motor warga lewat razia ilegal yang dilakukan polisi gadungan.

Kasatlantas Polres Kota Tangerang, Kompol Ari Satmoko mengakui adanya peristiwa tersebut.

"Memang akhir-akhir ini banyak ditemukan orang tak bertanggung jawab mengaku polisi dengan menggunakan seragam dan kelengkapan atribut yang mirip dengan polisi sesungguhnya," bilang Kompol Ari.

(Baca Juga: Polisi Gadungan Curi 17 Motor, 3 di Antaranya Kendaraan Dinas, Obsesi Gagal 4 kali Masuk Akpol)

Namun demikian, ada beberapa ciri yang bisa mengindentifikasi polisi yang melakukan razia itu patut diduga gadungan.

Wakasat Lantas Polres Tangerang, AKP Rizqi M. Fadhil memberikan ciri-ciri yang secara kasat mata bisa terlihat apakah seseorang itu patut diduga bukan anggota kepolisian.

Menurut AKP Rizqi seluruh petugas kepolisian sejak masih dalam pendidikan selalu ditekankan kerapihan.

"Tidak ada anggota kepolisian yang menggunakan baju tidak sesuai dengan ukuran badannya," terangnya.

"Biasa kami menyebutnya body fit," jelas polisi yang pernah bertugas di wilayah Polda Sumatera Barat ini.

Menurut Rizqi, meskipun petugas kepolisian berbadan gemuk pun, pakaian yang dikenakan harus ngepas di badan.

"Tidak kebesaran di bagian perut. Ini menggambarkan kerapihan," jelasnya.

Petugas kepolisian selalu dilengkapi dengan atribut atau lambang yang menempel di pakaiannya.

(Baca Juga: Cewek Jomblo Waspada! Video Polisi Gadungan Viral, Warganet: Modus Kenalan!)

"Misalnya, tanda kepangkatan, badge kesatuan, kopsteken," sebut Kompol Ari.

Sebagai contoh Kompol Ari menyebutkan pernah ada kasus polisi gadungan menggunakan tanda pangkat dengan keliling list merah.

"Anehnya, si petugas gadungan itu tidak menggunakan mangkok jabatan," sebutnya.

"Kalau ini terjadi, bisa dipastikan petugas tersebut gadungan," bilang Ari.

Atau ada juga lambang kopsteken yang terletak di kerah terbalik dalam penggunaannya.

"Yang kanan di pakai di kiri atau sebaliknya. Kalau ditemukan ini patut curiga," bilang AKP Rizqi.

Kompol Ari mengimbau warga pengguna jalan yang menemukan kejanggalan seperti itu, bisa cari polsek terdekat.

"Atau cari petugas yang berada di lokasi yang terdekat," bilangnya.