Honda BeAT Pakai Radiator, Mesin Diobok-Obok, Perut Jadi Buncit 147 cc

Panji Nugraha - Jumat, 10 Januari 2020 | 10:00 WIB

Honda BeAT Pakai Radiator, Mesin Diobok-Obok, Perut Jadi Buncit 147 cc (Panji Nugraha - )

Ke depannya Indra ingin pompa dapat menyala otomatis, dan di suhu tertentu mati sendiri.

Coolant pakai standar AHM. Selama dipakai balap 8 sampai 10 lap, suhu mesin berada di angka 84 sampai 90 derajat, atau stabil pada suhu kerja optimal mesin.

“Kalau enggak pakai radiator bisa sampai 140 derajat, itu sudah overheat. Motor tidak akan bekerja dengan efisien,” rinci Indra.

Kepala Silinder

Lubang in dan ex di kepala silinder digeser alias dibuat ulang.

Rangga
Klep in dan ex pakai ukuran 28 mm dan 25 mm dengan ukuran batang 5 mm

“Karena BeAT lubangnya agak miring tidak lurus, makanya dibikin ulang,” lanjut Indra.

Klep in dan ex pakai ukuran 28 mm dan 25 mm dengan ukuran batang 5 mm. Klep in pakai milik Kawasaki KLX250 sedangkan ex comot lansiran EE. Per

klep pakai Moto1 khusus buat BeAT dengan bosh dan sitting klep menggunakan material Beryllium.

Noken as custom durasinya 270 derajat in dan ex. Campuran bahan bakar dan udara disuplai karbu UMA Racing 28 mm.