XL7 Bocor Sebelum Peluncuran, Suzuki: Apakah Kami Harus Histeris?

Iday - Senin, 17 Februari 2020 | 14:50 WIB

Suzuki XL7 (Iday - )

Otomotifnet.com – PT Suzuki Indomobil Sales boleh jadi APM paling ‘santuy’ dalam meluncurkan mobil.

Bayangkan, sebelum waktu peluncuran, pasukan sales sudah posting selebaran digital di akun jejaring sosial masing-masing.

Berisi aneka varian bahkan ada yang sebut harga.

Unit sudah disebar ke dealer dan dibiarkan terbuka begitu saja.

Bahkan tertangkap kamera, sedang diparkir di dekat pagar di pinggir jalan.

Beberapa waktu kemudian barulah aneka videonya tayang di channel Youtube, sebagian hasil ‘tangkapan’ di dealer-dealer.  

Lalu bagaimana tanggapan PT SIS atas ‘kebocoran’ ini.

Baca Juga: Suzuki Belum Selesai Dengan XL7, Tahun 2020 Masih Ada SUV dan Mobil Komersial Baru!

“Itu bocor. Lalu bocor tersebut apakah bagian dari strategi? Saya gak bisa ngomong,” ujar Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W PT SIS di sela-sela peluncuran Suzuki XL7 di Jakarta (15/2/2020).

Donny enggak berusaha menutupi apa yang terjadi dengan ‘kebocoran’ tersebut.

“Kami bukannya santai atau permisif. Tapi karakteristik konsumen atau netizen Indonesia sudah seperti ini di era ketebukaan informasi ini”

“Saya kekepin (pegang erat-erat), kalau sudah waktunya bocor ya bocor aja,” lanjutnya.

“Cuma bagaimana kami harus bersikap, apakah kami harus histeris, kan enggak juga,” pungkas Donny.

F Yosi/Otomotifnet
Launching Suzuki XL7

Suzuki XL7 Siap Berhadapan Dengan Pemain Lama 

Sementara itu, Suzuki sudah pasang target untuk penjualan XL7 yang jadi penantang baru di segmen SUV.

Mengisi segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV), XL7 siap melawan pemain lama seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V dan Mitsubishi Xpander Cross.

Ditargetkan bakal mencapai penjualan 2.000 unit per bulan.

"Target jualan kami 20 persen dari market share. Nah total market LSUV kira-kira 10.000 unit per bulan, berarti 20 persen dari 10.000 itu kira-kira 2.000 unit per bulan," kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W PT SIS saat ditemui di Jakarta Timur (15/2/2020).

Sehingga, dengan hadirnya XL7, Ia berujar, volume penjualan Suzuki otomatis bertambah.

"Rata-rata jualan kami tanpa XL7 10.000 unit (per bulan), nambah 2.000 harapan kami jadi 12.000 unit," ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Donny juga menyebutkan akan ada program penjualan menarik yang ditawarkan.

Baca Juga: Suzuki XL7 Dan XL-7 Nyaris Sekelas, Label SUV, Ini Perbedaannya

"Kami banyak melakukan program penjualan, sales promo dan aktivitas gathering dengan konsumen loyal," tuturnya.

"Khusus untuk trade-in ada tambahan cash back selama bulan Februari kira-kira Rp 3,5 juta," sambung Donny.

Tidak hanya itu, ia juga menggandeng rekan komunitas dengan menghadirkan berbagai aktivitas supaya semakin dekat dengan konsumen.

Suzuki XL7 mengaspal dengan tiga varian, mulai varian Zeta tipe paling rendah, kemudian Beta, dan Alpha untuk tipe tertingginya.

Untuk Zeta M/T dibanderol Rp 230 juta, Zeta A/T Rp 240,5 juta, Beta M/T Rp 246,5 juta, Beta A/T Rp 257 juta, Alpha M/T Rp 256,5 juta, dan Alpha A/TRp 267 juta.

Harga tersebut on the road Jakarta.

Mesin XL7 tetap memakai mesin yang sama dengan Ertiga, yakni K15B 4 silinder DOHC berkapasitas 1.462 cc.

Mesin tersebut mampu menghasilkan daya 103,2 dk pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.

F Yosi/Otomotifnet.com
Mesin K15B Suzuki XL7 2020