LCGC Dianjurkan Pakai BBM RON 92, Melanggar Efeknya Fatal, Garansi Hangus

Muhammad Ermiel Zulfikar,Irsyaad Wijaya - Rabu, 1 Juli 2020 | 12:55 WIB

Suzuki Karimun Wagon R di Indonesia (Muhammad Ermiel Zulfikar,Irsyaad Wijaya - )

Sebab kinerja mesin jadi tidak optimal dan kadar emisi yang dihasilkan lebih tinggi.

"Penggunaan BBM yg tidak sesuai dengan rekomendasi memiliki kemungkinan akan mempengaruhi mesin dan kinerja mobil dalam jangka panjang," sebut Donny, (29/6/20).

"Artinya, kalau kita menggunakan BBM sesuai rekomendasi kita sudah menjaga kondisi mobil sehingga meminimalkan kemungkinan keluar biaya perbaikan dan menambah umur masa pakai kendaraan," ujar Donny.

Selain itu, garansi yang diberikan juga bisa hangus apabila kerusakan disebabkan oleh pemakaian BBM yang tidak sesuai standar pabrikan.

Baca Juga: LCGC Terpuruk, Brio Satya Cuma Terkirim 489 Unit, Karimun Wagon R Parah Per April 2020

Helmi/GridOto
Ilustrasi mobil LCGC

"Kami harus lihat dan survei lebih detail dulu jenis dan penyebab kerusakan mobil, apakah karena BBM-nya, teknis pengisian BBm-nya atau yang lain," terangnya.

"Dari situ kami bisa mengetahui apakah garansi gugur atau tidak," tutur Donny lagi.

"Kami akan terus mendorong seluruh pelanggan untuk menggunakan BBM yang direkomendasikan, sehingga ke depannya tidak ada lagi yang menggunakan BBM yang tidak sesuai," imbuhnya.

Terlepas dari hal itu, Donny juga menanggapi wacana penghapusan BBM yang memiliki kadar RON rendah seperti Premium dan Pertalite yang sedang ramai dibicarakan saat ini.

"Pemerintah memiliki pertimbangan khusus untuk merealisasikan wacana tersebut. Kami sebagai pabrikan otomotif harus mengikuti regulasi dari pemerintah," pungkasnya.