Jeep Cherokee Jantung Toyota, Setengah Lantai Belakang Hilang, Demi Tulang Belulang

Toncil - Rabu, 15 Juli 2020 | 21:30 WIB

Jeep Cherokee 1995. Dibangun ulang untuk balap (Toncil - )

Otomotifnet.comPrasetyo Edi Marsudi dikenal sebagai penggemar mobil Jeep dan juga kegiatan balap.

Ketika ikut balap speed off-road, dirinya lebih mengandalkan Jeep Cherokee.

Saat tahun 2015 dirinya membangun satu Jeep Cherokee lagi.

“Biar balapnya makin ramai. Jadi penonton dan pembalap terhibur semua,” sebutnya ketika itu.

Baca Juga: Beli Cherokee Bekas Pastikan Sistem 4x4 Sehat, Kalau Apes Banyak Bunyi

Saat itu, dirinya berkolaborasi dengan Daniel Zebedeus dari Fadworks untuk membangun.

Sasis dibiarkan standar, hanya ada beberapa ‘permainan’ di beberapa titik. Daniel dikenal mampu meracik sasis dan suspensi dengan sangat baik.

Keahlian pria jangkung ini terlihat dari setiap hasil racikannya. Terbilang jarang untuk dibikin yang sama persis.

Pada Jeep Cherokee milik Prass 86 ini terlihat keunikan pada sistem roll bar dan juga four link kaki-kaki.

 

“Itu untuk pegangan bonggol gardan. Dibikin supaya caster bisa disetel,” jelas Daniel. Penyetelan ini untuk menyesuaikan dengan seting suspensi.

Untuk pegangan ini dibuat terbuka pada kabin belakang. Sehingga, kabin belakang tidak memiliki lantai.

Supaya kuat, dibikin pegangan di bagian atas bonggol gardan, dan satu lagi menyatu dengan rangka roll bar bagian tengah.

Pada bagian yang menyatu dengan roll bar ini yang bisa di setel.

toncil/Otomotifnet.com
Link yang bisa disetel. Sedangkan ujung satunya, menempel di atas bonggol gardan

Bukan hanya link saja yang menembus kabin, suspensi belakang juga diracik demikian.

Mengandalkan sistem coilover bypass keluaran King Shock di kedua kaki belakang.

Sengaja dibikin dudukan pada bagian roll bar, selain supaya kuat juga untuk travel suspensi 16 inci bisa maksimal.

Sementara itu, untuk bagian depan juga mengandalkan merek yang sama, namun travel lebih pendek. Cukup 10 inci saja.

toncil/Otomotifnet.com
Lantai belakang hilang untuk menempatkan suspensi

Untuk mesin, pakai punya Toyota, dengan kode 2JZ, lengkap dengan sistem twin turbonya.

“Performa sangat baik. Seting kaki-kaki dan suspensi sudah pas. Saat terbang dan mendarat cenderung rata, bukan bagian depan dulu. Padahal radiator masih ada didepan. Kalau sudah dipindah dan mesin ganti dengan yang baru, pasti akan lebih baik lagi,” sebut Donny SQ yang ngegas mobil itu.

Updatenya, mesin masih 2JZ-GTE tapi sudah baru. Dengan performa yang ditingkatkan.

toncil/Otomotifnet.com
Mesin Toyota 2JZ-GTE masih dalam keadaan standar