Pereli Ini Bukan Saja Kembar, Tapi Juga Maniak Mobil 2 Pintu, Koleksinya Aneh-aneh

Toncil - Rabu, 23 Juni 2021 | 10:00 WIB

Yonna Martinda (kiri) dan Yoga Martinda, maniak mobil 2 pintu (Toncil - )

Dikembangkan oleh Magnetti Marelli dan diproduksi Grazioni Trasmissioni. Beberapa pabrikan Jerman menyebutnya sebagai DSG (Direct Shift Gearbox)

“Waktu itu ada masalah di transmisinya. Karena mengembalikan lagi jadi otomatis harganya mahal, jadi gue bikin manual. Girboksnya tetap, tinggal beli kit manual saja,” ungkap Yoga.

toncil/Otomotifnet
Mazda Familia GTX. Bagian depan sama seperti Mazda Interplay. Beda buntut, mesin dan kaki-kaki

Sementara itu koleksi kembarannya, Yonna juga tak kalah menarik. Suzuki Swift GTi Mk1 1988 cukup unik, karena jarang yang versi GTi di Indonesia. “Kalau seperti milik Yona, yang bukan GTi, lebih banyak,” sebut Yonna.

Ditambahkan, salah satu pembeda ada di instrument cluster. Yang non GTi masih jarum, sedangkan GTi sudah digital. Warna mobil juga berbeda. Versi GTi punya dua warna dan non GTi hanya satu warna.

PACUAN RELI

Selain itu, Yonna juga punya Nissan Pulsar yang keberadaannya sangat jarang di Indonesia. Di zamannya, mobil ini sangat banyak yang pakai untuk reli.

toncil/Otomotifnet
Fiat Stilo Abarth, bermesin 2.400 cc dengan 5 silinder.

Agak unik, karena Nissan Pulsar ini tidak ada mesinnya. Bahkan juga tidak ada roda. “Untuk sebagian orang memang aneh beli mobil begini. Tapi kalau gue sih enggak, ini seperti harta karun. Pokoknya, beli saja dulu, ngebangunnya bisa nanti,” kekeh pria kelahiran 1978 ini.

Dari kumpulan mobil-mobil dua pintu tersebut, beberapa bekas pacuan reli.

Seperti Suzuki Swift GTi Mk2 milik Yoga yang pernah dipakai pereli Indonesia dan Malaysia.