Efek Saling Tukar Oli Mesin Motor Matik dan Sport, Pengaruh ke Performa

Irsyaad Wijaya,Muhammad Farhan - Sabtu, 26 Juni 2021 | 20:00 WIB

Oli mesin Wealthy Vigorous 10W-30 Fully synthetic (Irsyaad Wijaya,Muhammad Farhan - )

Otomotifnet.com - Oli mesin pada motor matik dan sport sejatinya berbeda, karena memiliki spesifikasi sendiri-sendiri.

Lalu apa efeknya jika oli mesin untuk motor sport dan matik saling tukar?

"Dasarnya oli mesin sama, bedanya adalah tingkat kekentalan serta additif yang diberikan tentu disesuaikan dengan peruntukan kendaraannya," jawab Arief Hidayat, CEO Wealthy Group, produsen oli mesin Wealthy Vigorous.

Perbedaan tersebut ditetapkan ke dalam standar bernama JASO (Japanese Automotive Standart Association) yang berarti tipe MA2 untuk kopling basah dan MB buat kopling kering atau matic CVT.

Oli mesin untuk motor kopling basah dirancang agar proses transfer tenaga mesin ke transmisi berjalan dengan halus dan minim slip, sehingga tenaga terkirim ke roda belakang dengan maksimal.

Baca Juga: Motor Lawas Atau Berumur Disarankan Pakai Oli Lebih Kental, Ini Penjelasan Mekanik

YouTube.com/MOTOR Plus
Ilustrasi CVT motor matic Honda

Karena menganut jenis kopling kering, oli mesin motor matik transmisi CVT tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut.

Makanya, oli untuk motor matik yang sejatinya pakai kopling kering (sertifikasi MB), jika digunakan di motor jenis lain yang pakai kopling basah (sertifikasi MA2), bisa menyebabkan slip.

"Tentunya kami tetap sarankan untuk menggunakan oli sesuai peruntukan mesinnya untuk hasil yang maksimal," jelasnya.

Farhan
Kopling motor transmisi manual sistem basah alias terendam oli

Arief mengakui belum ditemukan mesin motor berkopling basah yang rusak akibat diisi oli mesin matik ataupun sebaliknya.

Kemungkinan yang terjadi hanya gejala-gejala ringan seperti munculnya slip kopling.

"Hal paling dalam memilih oli adalah tingkat kekentalan atau SAE serta kandungan sintetik di dalamnya, inilah penentu keawetan komponen di mesin motor," pungkas Arief.