Oiya sebelum memasang bodi belakang, Atenx beserta tim sempat merombak subframe.
Dibuat lebih pendek dan simpel dari standar menggunakan pipa besi yang berdiameter sama dengan sasis bawaan XSR.
“Kalau pakai sasis aslinya, buntut tidak bisa masuk, agak mentok,” tambah builder yang doyan bikin video ini.
Bodi kemudian dilabur oleh kelir ala livery balap Yamaha jadul.
Warna dasar silver dipertahankan, dengan tambahan sentuhan warna merah dan kuning.
Modifikasi lebih fokus ke bodywork, sehingga kaki-kaki mayoritas masih pakai bawaan standar XSR 155. Ban hanya diganti jadi lebih lebar agar tampilan semakin kekar.
Setelah proses sekitar 90 hari kerja motor kini sudah kembali ke pelukan Nataya yang berdomisili di Jakarta.