Wajah mobil ini terlihat lebih sederhana, ornamen krom absen di gril radiator dan diganti meterial berwarna hitam.
Begitu juga dengan spion berbahan plastik warna hitam dengan pengaturan manual dan tidak ada elektrik.
Langkah ini diambil agar jika terjadi tabrakan, maka biaya perbaikan akan lebih murah dengan warna plastik hitam dibanding warna krom.
Insiden tentu hal yang sangat umum terjadi di armada taksi yang ber operasi pada lalu lintas yang sangat padat.
Sementara di buritan, tidak ada emblem Avanza sama sekali dan diganti dengan stiker Transmover.
Di area kaki-kaki, mobil ini juga tidak mengadopsi mud guard, artinya kolong ban berpotensi cepat kotor ketika melewati jalanan basah atau berdebu.
Namun untungnya pelek kaleng berbalut ban berukuran 185/70 R14 sama dengan milik Avanza tipe E.
Meskipun menyasar untuk armada taksi, Transmover masih mengusung mesin Dual VVTi berkapasitas 1.329 cc 4 silinder yang sama dengan Avanza.
Begitupun tenaga yang dihasilkan mesin tersebut, masih sama persis sebesar 96 dk pada 6.000 rpm, dan torsi 121 Nm pada 4.200 rpm.
Ubahan dan penyesuaian di transmover terbukti mampu menekan harga jual Toyota Transmover.
Walaupun nama Avanza sudah tidak ada lagi di Transmover, seperti Vios dan Limo, namun teknologi mesin yang digunakan Transmover sama dengan Avanza.
Toyota Transmover diperkenalkan PT. Toyota Astra Motor (TAM) pada tahun 2016 lalu, ‘Transport you to move to other place’ (Transmover) merupakan Avanza versi paling basic yang khusus digunakan untuk armada taksi.
Pasalnya mobil ini ibarat hanya melucuti beberapa kelengkapan eksterior Avanza untuk lebih menekan ongkos produksi dan harga jual.
Baca Juga: Bersih-Bersih Stok Mobil Bekas, Showroom Ini Potong Harga Gede-Gedean