Otomotifnet.com - Banyak pemilik kendaraan kini beralih ke pengisian nitrogen demi mengejar kenyamanan dan efisiensi jangka panjang.
Secara ilmiah, nitrogen memiliki keunggulan performa yang jauh melampaui angin biasa (oksigen), terutama dalam hal stabilitas suhu dan perlindungan struktur ban.
Berikut beberapa fakta tentang nitrogen yang dapat membuat ban mobil lebih awet dibanding angin biasa:
1. Stabilitas Suhu: Menjaga Kelenturan Karet Ban
Nitrogen memiliki titik didih yang jauh lebih rendah, yakni -195°C, dibandingkan oksigen yang berada di angka -183°C.
Perbedaan ini krusial karena saat mobil melaju kencang, gesekan ban dengan aspal menghasilkan panas ekstrem.
Sifatnya yang lebih dingin mampu meredam panas berlebih (overheating), sehingga mencegah karet ban menjadi getas dan meminimalisir risiko ban pecah.
2. Beban Oksidasi dan Karat pada Rangka Kawat
Berbeda dengan angin biasa yang mengandung uap air, nitrogen adalah gas kering yang murni.
Hal ini berdampak langsung pada usia pakai konstruksi ban:
Angin biasa mengandung kelembapan yang dapat menyebabkan bagian dalam ban menjadi basah.
Baca Juga: Perbedaan Nitrogen Vs Angin Biasa Buat Isi Tekanan Ban Mobil
Baca Juga: Baru Tahu, Ban Motor Baru Jangan Langsung Diisi Nitrogen
Baca Juga: Bahaya Yang Mengintai Saat Tekanan Angin Ban Mobil Kurang
Baca Juga: Baru tahu, Segini Tekanan Angin Ban yang Pas pada Mobil Keluarga
Dalam jangka panjang, uap air ini memicu karat pada rangka kawat logam di dalam ban.
Dengan nitrogen, rangka kawat tetap kering dan bebas karat, sehingga kekuatan anyaman kawat ban tetap terjaga dan struktur ban lebih tahan lama.
3. Kenyamanan Berkendara yang Lebih Konsisten
Molekul nitrogen yang lebih besar dibanding oksigen membuatnya tidak mudah merembes melalui pori-pori karet ban.
Hasilnya, tekanan ban menjadi lebih stabil, tidak mudah kempis, dan memberikan sensasi berkendara yang lebih empuk serta nyaman.