Otomotifnet.com - Bagi sebagian besar pengendara motor matik, meletakkan jari di atas tuas rem saat berkendara dianggap sebagai langkah antisipasi agar bisa bereaksi cepat saat terjadi pengereman mendadak.
Namun, di balik niat keamanan tersebut, terdapat efek domino yang justru merusak kesehatan mekanis kendaraan secara perlahan namun pasti.
Secara teknis, tekanan sekecil apa pun dari jari dapat mengaktifkan sistem pengereman secara tipis (rem gantung).
Hal ini menciptakan hambatan konstan pada putaran roda, memaksa mesin bekerja lebih keras, dan memicu rangkaian kerusakan pada komponen vital berikut ini:
1. Degradasi Kampas Ganda dan Risiko Overheat
Efek yang paling fatal terjadi pada sistem transmisi Continuous Variable Transmission (CVT).
Ketika tuas rem sedikit tertekan, laju roda tertahan sementara mesin terus menyalurkan tenaga.
Akibatnya, kampas ganda dipaksa bergesekan secara ekstrem dengan rumah (outer comp) dalam suhu yang sangat tinggi.
Kondisi ini membuat kampas ganda cepat mengeras, kehilangan daya cengkeram (slip), hingga risiko terpanggang atau gosong, bahkan pada motor yang masa pakainya masih sangat muda.
2. Malfungsi Sistem Kelistrikan dan Aki Soak
Lampu rem memerlukan konsumsi daya listrik yang signifikan untuk memberikan sinyal visual yang terang.
Saat jari kalian menekan tuas rem sepanjang perjalanan, lampu rem akan terus menyala.
Aktivitas kelistrikan yang terus-menerus ini memberikan beban berat pada sistem pengisian daya, yang lambat laun akan menguras daya aki (soak) dan memperpendek usia pakainya secara drastis.
Baca Juga: Pengemudi Pemula Jangan Injak Pedal Rem Seperti Ini, Awas Bisa Bahaya
Baca Juga: Awas Selip, Ini Cara Aman Mengerem di Tikungan Jalan Saat Musim Hujan
Baca Juga: Hindari Injak Rem Mobil Matik Pakai Kaki Kiri, Ini Akibatnya
Baca Juga: Baru Tahu, Inilah Perbedaan Rem ABS dan CBS, Jangan Sampai Tertukar
3. Pemborosan Komponen Lampu
Energi panas yang dihasilkan oleh filamen lampu rem yang menyala tanpa henti akan mempercepat penguapan material di dalam bohlam.
Hal ini menyebabkan lampu rem cepat menghitam dan putus.
Selain merugikan dari sisi biaya perawatan, lampu rem yang mati juga sangat berbahaya bagi keselamatan karena pengendara di belakang kalian tidak akan tahu kapan kalian benar-benar melakukan pengereman.
4. Efisiensi Bahan Bakar yang Menurun
Berkendara dengan kondisi rem yang sedikit "tercekik" sama saja dengan memaksa motor melawan hambatannya sendiri.
Hal ini tidak hanya membuat tarikan motor terasa berat dan kurang responsif, tetapi juga memaksa konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin membutuhkan energi ekstra untuk mencapai kecepatan yang diinginkan.