Otomotifnet.com - Sama halnya dengan bahan makanan, oli mesin memiliki masa pakai dan bisa mengalami penurunan kualitas atau basi.
Kondisi ini ditandai dengan pemisahan antara zat aditif dan base oil.
Jika oli yang sudah rusak ini tetap digunakan, fungsinya dalam melumasi komponen mesin tidak akan maksimal, yang berisiko mempercepat keausan mesin kendaraan Anda.
Ini Cara Simpan yang Benar Agar Tetap Awet
Untuk menjaga performa pelumas tetap prima, berikut adalah cara menyimpan oli mesin mobil yang benar dan dijamin tetap awet:
1. Pilih Lokasi Penyimpanan yang Ideal
Tempat terbaik untuk menyimpan oli adalah di dalam ruangan dengan suhu yang stabil (sejuk).
Hindari area yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Paparan sinar matahari langsung secara terus-menerus sangat dilarang karena dapat merusak struktur kimia di dalam oli.
Baca Juga: Ini Akibatnya Pakai Oli Gardan Mobil Tidak Sesuai Spesifikasi, Cek Faktanya
Baca Juga: Bahaya Mengintai Mobil Matik Saat Telat Ganti Oli, Cek Faktanya
Baca Juga: Ini Perbedaan Spesifikasi Oli Mesin Diesel dengan Mesin Bensin
Baca Juga: Makin Tahu, Mobil Sering Macet-macetan Ganti Oli Mesin di Kilometer Segini
2. Aturan Penyimpanan Oli Sisa (Pernah Dibuka)
Jika Anda memiliki oli sisa, jangan dibuang.
Anda tetap bisa menyimpannya dengan cara:
-
Tutup Rapat: Pastikan tutup botol terkunci dengan sempurna untuk mencegah masuknya udara dan uap air (oksidasi).
-
Hindari Kontak Langsung dengan Lantai: Ini adalah kesalahan umum yang sering terjadi. Jangan meletakkan botol oli langsung di atas lantai.
3. Bahaya Suhu Dingin Lantai
Mengapa dilarang menyentuh lantai?
Suhu dingin lantai, terutama pada malam hari, dapat memicu perubahan suhu ekstrem yang merusak ikatan zat aditif dan base oil.
Gunakan alas seperti rak kayu atau kardus agar suhu botol tetap terjaga dan kandungan oli tidak rusak.