Otomotifnet.com - Banyak pengendara motor merasa risih dengan spion bawaan pabrik yang berukuran lebar karena dianggap menyulitkan saat harus selap-selip di kemacetan.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menggantinya dengan model yang lebih kecil, pahami bahwa desain tersebut bukanlah tanpa alasan.
Spion adalah komponen vital yang dirancang demi standar keselamatan berkendara (safety riding).
3 Alasan Kaca Spion Bawaan Motor Lebih Lebar dari Setang
Berikut tiga alasan kenapa kaca spion bawaan motor lebih lebar daripada setang:
1. Meminimalisir Blind Spot
Alasan utama spion dibuat lebar adalah untuk memberikan jarak pandang yang lebih luas ke arah samping dan belakang.
Dengan dimensi yang melebihi lebar setang, area titik buta atau blind spot dapat dikurangi secara signifikan.
Hal ini memungkinkan pengendara memantau pergerakan kendaraan lain dengan lebih jelas sebelum memutuskan untuk berpindah jalur.
2. Sebagai Sensor atau Patokan Batas Aman
Secara teknis, pabrikan mendesain kaca spion agar sejajar atau sedikit lebih lebar dari setang kemudi sebagai indikator dimensi motor.
Saat Anda hendak menyalip atau melewati celah sempit, spion berfungsi sebagai patokan utama.
Jika spion menyenggol atau tidak cukup melewati suatu objek, itu adalah tanda peringatan bahwa motor Anda tidak akan muat melewati jalur tersebut.
Baca Juga: Hindari Blind Spot, Inilah 3 Cara Atur Kaca Spion Mobil Yang Benar
Baca Juga: Awas, Blind Spot, Begini Posisi Kaca Spion Pada Motor Matik Yang Benar
Baca Juga: Cuma Modal Spion dan Stiker Bisa Jadi Juara di Fazzio Modifest Yogyakarta!
Baca Juga: Awas, Malas Ganti Wiper Bisa Bikin Kaca Mobil Baret Permanen
3. Melindungi Keseimbangan Pengendara
Selain sebagai alat pantau, spion lebar berperan sebagai pelindung setang.
Jika terjadi kontak fisik dengan kendaraan lain atau objek di jalan, spionlah yang akan terbentur lebih dulu.
Hal ini sangat krusial karena benturan langsung pada setang dapat mengganggu kendali kemudi, menyebabkan motor kehilangan keseimbangan, dan berisiko tinggi memicu kecelakaan.