"Bensin yang masuk ke dalam tangki nantinya akan tercampur dengan cairan fuel cleaner," ujar Pringgo sapaan akrabnya.
Supaya hasil pembersihan air di dalam tangki lebih maksimal, gunakan secara berkala.
"Anjurannya setiap 5.000 km sekali. Tapi kalau mau pakai setiap kali isi bensin enggak masalah," jelas Pringgodani .
Biasanya cairan fuel cleaner ini akan mengikat air yang mengendap dalam dasar tangki dengan bensin.
"Sehingga mengubah air yang mengendap di tangki menjadi cairan yang bisa terbakar di ruang bakar," pungkas Pringgodani.
Baca Juga: Hindari Kebiasaan Biarkan Tangki Bensin Nyaris Kosong, Ini Resikonya