Otomotifnet.com - Mobil mogok? Salah satu yang paling sering terjadi adalah disebabkan oleh overheat akibat kehabisan atau kekurangan air radiator karena adanya kebocoran.
Jika ini terjadi pada Anda, berikut tips penanganan daruratnya.
Ketika indikator suhu mesin melewati batas normal atau mencapai titik H, wajib hukumnya segera berhentikan mobil di tempat yang aman.
Karena kalau dipaksa berjalan bisa menyebabkan jamming (macet) dan merusak komponen internal mesin seperti setang piston yang bengkok.
Meskipun mobil modern memiliki sistem elektrikal cut off engine ketika mesin terlalu panas, namun untuk berjaga-jaga tetap berhentikan mobil untuk amannya.
Baca Juga: Ketahui, 4 Faktor Ini Bisa Jadi Penyebab Radiator Mobil Overheat, Simak
Baca Juga: Efeknya Bisa Lebih Bahaya, Radiator Mobil Bocor Jangan di Servis, Begini Kata Ahlinya
Baca Juga: Bahaya Membuka Tutup Radiator Mobil Bekas Saat Overheat, Cek Faktanya
Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Tutup Radiator Mobil Yang Mengalami Kerusakan
Saat mobil berhenti, buka kap mesin dan tunggu suhu mesin kembali normal kemudian cek cairan coolant di dalam radiator dan tabung reservoirnya.
Bila kosong, dalam keadaan darurat Anda bisa isi kembali dengan coolant atau air aki destilasi (air aki warna biru).
Bisa saja menggunakan air biasa dalam keadaan darurat, namun sebaiknya jangan.
Itulah pentingnya selalu mengecek kondisi coolant radiator mobil dan membawa cadangannya saat akan bepergian jauh.
Masukkan air ke dalam radiator sampai penuh, kemudian siapkan cadangan air sebanyak 4 - 6 liter jika saat dijalankan mobil mengalami overheat lagi.
Dalam kondisi ini, Anda bisa kembali membawa mobil ke bengkel terdekat atau tempat yang lebih aman untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Peringatan untuk mobil bertransmisi otomatis, jika dilakukan derek pastikan bagian roda penggerak tidak menempel jalan.
Meskipun dalam kondisi netral, bagian drivetrain yang terhubung transmisi tetap bergerak tetapi kondisi mesin mati tidak ada aliran oli di dalam transmisi.