Otomotifnet.com - Melakukan perjalanan jarak jauh dengan mobil pribadi bukan sekadar adu cepat sampai tujuan, melainkan soal manajemen energi dan keselamatan.
Beristirahat di tengah perjalanan bukan tanda lemah, melainkan langkah krusial untuk menjaga ketajaman fokus dan kebugaran fisik pengemudi.
Waktu Yang Tepat Untuk Supir Beristirahat Saat Mudik
Berikut beberapa waktu yang tepat untuk supir beristirahat setelah mengemudi saat mudik lebaran:
1. Batas Maksimal 3 Jam
Secara medis dan teknis keselamatan, 3 jam adalah durasi maksimal seseorang berada di balik kemudi secara terus-menerus.
Baik saat meluncur di tol yang lancar maupun terjebak macet yang menjemukan, otak dan tubuh mulai mengalami penurunan fungsi setelah jam ketiga.
- Risiko: Melebihi batas ini dapat memicu kejenuhan mental dan kelelahan fisik (fatigue) yang berujung pada hilangnya konsentrasi atau bahkan microsleep.
- Solusi: Berhenti sejenak di rest area minimal selama 30 menit. Gunakan waktu ini untuk peregangan otot, ibadah, atau tidur singkat (power nap) jika kantuk mulai menyerang.
Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran 2026, 4 Ruang Mesin Mobil Ini Wajib Dicek Rutin
Baca Juga: Pada Jarak Tempuh Km Berapa Wajib Ganti Oli Mesin, Mudik Jadi Nyaman
Baca Juga: Jelang Ramadan, Inilah 4 Tips Praktis Mengemudi Saat Berpuasa
Baca Juga: 7 Tips Atasi Mabuk Perjalanan Saat Mudik, Nomor 6 Paling Penting!
2. Pilih Siang, Hindari Malam
Khusus bagi pemudik atau pelancong rute Jakarta-Lampung, pemilihan waktu keberangkatan sangat menentukan kenyamanan di pelabuhan.
Pihak kepolisian sangat menyarankan untuk melakukan perjalanan pada siang hari.
- Hindari Penumpukan di Merak-Bakauheni: Secara statistik, arus kendaraan cenderung memuncak secara drastis pada malam hari. Hal ini sering kali menyebabkan antrean panjang dan kemacetan parah di area penyeberangan pelabuhan.
- Visibilitas & Keamanan: Mengemudi siang hari memberikan pencahayaan alami yang lebih baik, mengurangi ketegangan mata, dan memudahkan akses bantuan jika terjadi kendala teknis pada kendaraan.
Kelelahan adalah musuh tak terlihat di jalan raya. Memaksakan diri hanya akan memperbesar risiko kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.