Otomotifnet.com - Masih banyak pemilik mobil yang memiliki kebiasaan menunda pengisian bahan bakar hingga jarum indikator berada di level seperempat atau bahkan menyentuh huruf "E".
Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sebenarnya adalah "investasi" kerusakan jangka panjang bagi sistem mekanis kendaraan Anda.
Berikut beberapa penjelasannya secara teknis:
1. Risiko Fuel Pump Tanpa Pendingin Natural
Pompa bahan bakar (fuel pump) pada mobil modern dirancang untuk terendam di dalam cairan bensin.
Cairan ini berfungsi ganda sebagai pelumas sekaligus pendingin alami bagi motor pompa.
-
Masalah: Saat volume BBM minim, pompa kehilangan media pendinginnya. Ketika mobil bermanuver (belok atau menanjak), sisa bensin akan bergeser, membuat pompa terpapar udara dan bekerja ekstra keras secara kering.
-
Dampak: Meskipun tangki modern memiliki sekat (baffles), risiko asupan bensin terputus tetap ada, yang berpotensi membuat mesin mati mendadak di tengah jalan.
2. Ancaman Endapan Kotoran dan Filter Mampet
Setiap bahan bakar memiliki residu atau partikel kotoran yang seiring waktu akan mengendap di dasar tangki.
-
Penyumbatan: Ketika tangki nyaris kosong, kotoran di dasar ini akan terisap oleh pompa. Hal ini memaksa filter bensin bekerja melampaui kapasitasnya, sehingga usia pakainya menjadi jauh lebih pendek.
-
Efek Domino: Filter yang kotor akan menghambat distribusi BBM ke injektor. Hasilnya? Pembakaran tidak sempurna, konsumsi BBM menjadi lebih boros, dan performa mesin terasa "brebet".
Baca Juga: Update Harga BBM Terbaru per Februari 2026, Turun Jelang Ramadan
Baca Juga: Intip Simbol Indikator Ini, Fitur Kecil Yang Berguna Saat Isi BBM
Baca Juga: Kenapa Jangan Asal Gonta-ganti Merek BBM, Ahli Konversi Energi Bilang Begini
Baca Juga: Kenapa Saat Mobil Lama Ditinggalkan, Dianjurkan Tangki BBM Terisi Penuh
3. Musuh Tak Terlihat: Kondensasi dan Karat
Ruang kosong di dalam tangki adalah tempat favorit bagi udara untuk berkumpul.
-
Proses Kondensasi: Semakin luas ruang kosong di dalam tangki, semakin besar peluang terjadinya kondensasi atau pengembunan. Proses ini akan menghasilkan butiran air yang kemudian bercampur dengan bensin.
-
Karat: Masalah ini menjadi sangat serius pada mobil yang masih menggunakan material besi untuk tangkinya. Air hasil kondensasi akan memicu korosi dari dalam, yang jika dibiarkan dapat membuat tangki bocor atau menyumbat saluran bahan bakar secara total.