Otomotifnet.com - Cara ngecek kondisi mobil matic bekas yang benar, jangan dibeli kalau sudah muncul masalah ini.
Ada hal yang perlu diperhatikan saat hendak membeli mobil matic dalam kondisi bekas.
Sebaiknya beli mobil matic bekas, periksa transmisi pada saat kondisi mesin masih dingin.
Karena saat kondisi mesin dingin, biasanya oli mesin dan oli transmisi belum bersikulasi.
"Pas kondisi mesin dingin, nyalakan mesin sesaat dan coba pindahkan tuas transmisi matic," buka Alwafi Auzan dari dealer mobil bekas Aura Motor, Gading Serpong, Tangerang pada saat itu.
Baca Juga: Apa pun Kondisinya Mobil Bekas Baru Dibeli Wajib Kuras Air Radiator, Ini Kata Bengkel
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri ECU Mobil Bekas Bermasalah, Bisa Cek Saat Test Drive
Baca Juga: AC Mobil Bekas Mengeluarkan Bau Tidak Sedap? Cek Penyebabnya Di sini!
Baca Juga: Apa pun Kondisinya Mobil Bekas Baru Dibeli Wajib Kuras Air Radiator, Ini Kata Bengkel
Transmisi mobil matic yang normal biasanya tidak akan mengeluarkan suara atau bunyi aneh ketika tuas transmisi dipindahkan ke berbagai posisi.
Sepeti misalnya tuas transmisi dipindah dari posisi P ke posisi D atau juga ke R.
"Kalau terdengar bunyi jedug, pertanda girboks otomatis ada yang perlu diservis," wantinya.
Selain itu, perhatikan juga apakah bunyi jedug ini menghilang ketika oli transmisi sudah bersikulasi.
Kalau bunyi jedug menghilang, "Berarti kemungkinan body valve transmisi cuma kotor," beber Wafi, sapaannya.
Yang berbahaya ketika bunyi jedug ini terdengar konstan, apalagi terjadi pada tiap perpindahan gigi.
"Kalau setiap pindah gigi ada jedug, transmisi perlu overhaul," ungkapnya.
Biaya untuk overhaul transmisi mobil matic bervariasi alias tidak tentu, tergantung dari tingkat kerusakannya.
"Biasanya bisa belasan juta rupiah biayanya, itupun mesti dibongkar dulu girboksnya," kata Wafi.
Nah, jika ingin membeli mobil matic bekas dan sudah ada gejala tersebut, sebaiknya urungkan niat untuk membelinya dan cari unit lain yang lebih sehat kondisinya.