Otomotifnet.com - Saat perjalanan mudik, acapkali banyak orang yang menyepelekan waktu istirahat.
Tapi, kalian tahu gak sih? Waktu istirahat itu sangat penting, lho.
Banyak pengguna jalan menganggap waktu istirahat dapat dilakukan saat sampai tujuan, padahal mudik lebaran biasanya ditempuh dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa lebih dari 4 jam.
Tentu, itu bahaya untuk keselamatan diri pengemudi dan penumpang.
Keamanan di jalan raya bukan sekadar soal keterampilan menyetir, melainkan kepatuhan pada regulasi yang dirancang berdasarkan batas biologis manusia.
Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya Pasal 90, telah mengatur napas kerja para pengemudi demi keselamatan bersama.
1. Memahami Aturan Hukum Berkendara
Berdasarkan ayat (2) dalam pasal tersebut, waktu kerja maksimal pengemudi kendaraan umum adalah 8 jam sehari.
Namun, poin krusialnya terletak pada jeda operasional, pengemudi wajib beristirahat minimal 30 menit setelah berkendara selama 4 jam berturut-turut.
Aturan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan standar keamanan medis yang dipayungi hukum.
2. Sains di Balik Jeda Istirahat
Mengapa harus setiap 4 jam?
Secara ilmiah, fokus dan daya refleks manusia menurun drastis setelah periode tersebut.
Tubuh memerlukan fase pemulihan (recovery) untuk mengembalikan ketajaman saraf motorik.
Tanpa jeda, pengemudi rentan mengalami:
-
Penurunan Konsentrasi: Otak mulai melambat dalam memproses informasi visual.
-
Microsleep: Episode tidur singkat selama 4–5 detik yang terjadi tanpa disadari. Dalam kecepatan 80 km/jam, kehilangan kesadaran selama 5 detik berarti mobil melaju tanpa kendali sejauh kurang lebih 110 meter.
Baca Juga: 5 Tips Meninggalkan Motor di Rumah Saat Mudik Lebaran, Ini Kata Pakar
Baca Juga: Sebelum Ditinggal Mudik Lama Teteskan Oli ke Lubang Busi Motor, Ini Fungsi Pentingnya
Baca Juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Pergi Mudik Lebaran? Ini Kata Pakar
Baca Juga: 5 Tips Antisipasi Modus Maling Pecah Kaca Mobil Saat Mudik Lebaran
3. Tanggung Jawab Sosial dan Efek Domino
Ketika seorang pengemudi memaksakan diri melampaui batas lelah, risiko yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa diri sendiri atau keluarga di dalam mobil, tetapi juga pengguna jalan lain.
Kelelahan ekstrem dapat menyebabkan mobil oleng atau kehilangan kendali fatal, yang berpotensi memicu kecelakaan beruntun.