Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Modifikasi Yamaha YZF-R25, Podium Sunday Race Dengan Dua Tahap Seting

Otomotifnet - Senin, 27 April 2015 | 17:01 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Bikin motor balap injeksi paling penting saat tuning, map enggak benar pasti pelan


Jakarta - Berhasilnya Doni Ramdani start dari grid 2 dan finish ke-3 di Yamaha Sunday Race kelas profesional rider, banyak didukung pacuan kencang yang disiapkan kru Yamaha Sportisi Racing Team. Menurut pria yang akrab disapa Bram ini, tenaga pacuan bernomor 35 ini mencapai 36 dk, diukur pakai dynamometer Dynojet 250i, lebih tinggi sekitar 7 dk dari standarnya.

Best lap yang diraih 1 menit 49,172 detik. Diapain saja ya? Sesuai regulasi yang boleh bore up sampai 280 cc, Imam Gunawan, mekanik Sportisi mengganti piston bawaan 60 mm jadi 63,5 mm. “Pakai produk aftermarket,” ujarnya. Dengan stroke tetap 44,1 mm, maka kapasitas jadi 279,2 cc.

No caption
No credit
No caption

Pakai data logger, biar setingan lebih maksimal

Kepala silinder disesuaikan, seperti lubang masuk dan buang di-porting. Lalu kem dimodif lift naik 1 mm, sedang klep standar. Rasio kompresi diset 12,2:1, mengingat bahan bakar hanya Pertamax Plus. Sedang knalpot pakai produk Sportisi. Sisi mesin secara teknis hanya itu saja.

Nah yang spesial ternyata fine tuning yang dilakukan pada piggyback Power Commander V. Proses ini ada 2 tahap sekaligus. Pertama mencari setingan dasar terbaik pakai dyno. “Dengan bore up, pasokan bensin naik sekitar 40%, sedang timing rata-rata maju 5°,” tutur Bram.

Tahap kedua seting di sirkuit, dibantu data logger untuk merekam data. Tujuannya agar setingan benar-benar pas. “Di beberapa tikungan ternyata butuh tambah pasokan bensin 5%, dan saat race dalam kondisi panas terik, terpaksa timing pengapian dimundurkan 2-3°,” lanjut pengendara Toyota 86 ini.

Kaki-kaki juga pasti ada ubahan. Suspensi depan mengubah suling dan pakai oli lebih kental. Sementara belakang pakai Ohlins dan ganti pelek Kawasaki Ninja 250R, yang lebih sempit (3,5 inci) dan ringan. “Lumayan beda sekitar 1,5 kg,” tutupnya. Next race juara ya! • (otomotifnet.com)


No caption
No credit
No caption

Kepala silinder, cuma porting!

No caption
No credit
No caption

Velocity stack custom, arahkan angin yang lewat throttle body


Pelek belakang andalkan Ninja, lebih sempit dan ringan
Data Modifikasi
Ban : Pirelli Diablo Supercorsa 120/70-17 & 150/60-17
Pelek belakang : Kawasaki Ninja 250R
Suspensi belakang : Ohlins
Master rem : depan Brembo RCS15
Kaliper rem : depan Brembo
Piggyback : Power Commander 
Velocity : stack custom

Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa