Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

First Ride Yamaha YZF-R1, Sensasi Crossplane Jelas Beda!

billy - Kamis, 2 Januari 2014 | 16:33 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Bentuk spidometer sporti dan info yang ditampilkan sangat lengkap.
Tombol Mode di kanan, sedang TCS di kiri.
Jakarta - Setelah mengulas first ride Yamaha TMax  (klik di sini), VMax  (klik di sini) dan YZF-R6 (klik di sini) beberapa waktu yang lalu, kali ini giliran superbike YZF-R1. Seperti apa sensasi pertama menunggangi moge yang dijual Rp 335 juta OTR Jakarta ini?

Secara tampilan R1 terlihat sporti dan garang. Ciri khasnya lampu utama pakai proyektor diapit ram air. Kemudian 2 knalpotnya nyembul di bawah jok. Hanya saja kalau dilihat keseluruhan lebih keren R6 ya? Terutama karena knalpot dan tangki R1 yang terlalu lebar.



Ukuran terbilang gede, dimensinya (PxLxT) 2.070 x 715 x 1.130 mm, sedikit lebih besar dari R6. Namun saat dinaiki dengan tinggi jok 835 mm lebih nyaman, kaki postur Asia masih menapak sempurna. “Kalau R6 malah jinjit tuh, R1 enggak nih,” komentar Tester OTOMOTIF yang berpostur 173 cm 65 kg itu.

Putar kontak pandangan tertuju pada panel instrumen dan setang, walah ternyata info dan knopnya banyak banget. Tuh ada 3 drive mode (D-Mode) yang bisa dipilih; A, STD, B. Pilihnya pakai tombol di setang kanan.

No caption
No credit
No caption

Menjinakkan keliaran mesin crossplane, rem depan dikawal kaliper 12 piston! Lengan ayun kekar banget, mengawal ban 190/55-17. Buritan lebar dan padat, dengan adanya knalpot di bawah jok.
Mode A untuk karakter responsif di putaran bawah sampai tengah. B untuk berkendara santai, atau dalam kondisi hujan. Nah STD untuk yang ingin responsif di semua rentang putaran mesin. Sistem ini berkerjasama dengan YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle).

Lalu terlihat pula pilihan TCS (traction control system) 6 tingkat dan bisa dimatikan, pilihnya pakai tombol di setang kiri. Informasi lainnya standar seperti odometer, tripmeter dengan tambahan gear position dan pemakaian bensin rata-rata.

Lanjut tekan starter, bruuummmm… Wew suaranya jauh beda dengan moge 4 silinder kebanyakan, sedikit lebih berisik! Dan begitu jalan perbedaan lain terasa di torsi, sejak rpm rendah nendang banget, malah mirip moge 2 silinder dengan stroke panjang.


Waktu pengapian enggak setiap 180°, namun dengan konfigurasi 270°-180°-90°-180°.

Yap inilah istimewanya pemakaian crossplane crankshaft yang diturunkan dari YZR-M1. Waktu pengapian enggak setiap 180°, namun dengan konfigurasi 270°-180°-90°-180°. Ini yang memberikan torsi lebih merata, lantaran tiap silinder bantu-membantu mendorong secara gantian gerakan kruk as. Menurut Yamaha dengan karakter demikian, keuntungan lain saat dikendarai akan memberikan traksi lebih baik di tikungan.

Ah jadi ingin test ride! Halo Yamaha ada unit tesnya kan?  (motor.otomotifnet.com) 

Data Spesifikasi

Tipe mesin: 4 langkah 4 silinder segaris berpendingin cairan Katup DOHC 16 klep
Bore x stroke: 78 x 52,2 mm
Kapasitas mesin: 998 cc
Rasio kompresi: 12,7:1
Tenaga: 179,6 dk/12.500 rpm
Torsi 115,5 Nm/10.000 rpm
Transmisi: 6 speed
P x L x T: 2.070 x 715 x 1.130 mm
Jarak terendah: 135 mm
Tinggi jok: 835 mm
Berat isi: 206 kg
Tangki: 18 liter
Rem depan: cakram 2X 310 mm kaliper 6 piston
Rem belakang: cakram 220 mm kaliper 1 piston
Ban depan: 120/70-17
Ban belakang: 190/55-17



Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa