Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Deteksi Penyebab Lampu HID Mati, Cek Tiga Bagian Inti

billy - Senin, 7 Oktober 2013 | 14:15 WIB
Lampu HID
Dok. OTOMOTIF
Lampu HID
Jakarta - Penggunaan lampu HID sudah bukan barang baru lagi, sekarang sudah banyak bertebaran merek-merek lampu HID.
 
Mulai dari merek berkualitas bagus sampai yang kurang mumpuni. Harganya pun ada yang Rp 200 ribuan sampai tembus jutaan.

Tapi lampu ini suka bikin penggunanya bingung kalo tahu-tahu mati. Kalo masih pakai lampu bohlam biasa sih, tinggal cek I fisik bohlamnya atau ganti bohlam maka sudah normal lagi tuh. Nah kalo lampu HID gimana?

Gak usah bingung apalagi sampain ‘mengkudeta hati’ buat menjauhi lampu HID hehehe... Tinggal cek 3 bagian inti dari sistem lampu HID kok.

 
“Tiap pembelian paket lampu HID kan dapat bohlam HID, relay set dan ballast, nah tinggal cek tiga bagian ini,” saran Jarot Hardianto dari Raja LED.
 
Ballast jadi biang utama lampu HID mati. Harga ballast mulai dari Rp 120 ribu sampai Rp 500 ribu 

Pertama ballast, cara ngecek ballast rusak atau enggak, lepas ballast dari relay set, lalu buat kabel penghubung langsung ke positif dan negatif aki, kalo lampu HID nyala berarti ballast sehat, kalo mati sebaliknya,” papar Jarot. Penyebab ballast mati karena arus listrik gak stabil dan usia pakai.

Bohlam HID rusak bisa dilihat dari fisiknya, kebocoran arus bisa bikin pecah kaya gini. Mau gak mau ganti dengan harga Rp 120 ribu


Lalu bohlam HID, cara paling mudah dilihat dari fisiknya.
 
“Ada yang pecah karena kebocoran arus listrik, tandanya ketika sakelar lampu digeser ke ON dan terdengar bunyi percikan listrik itu berarti ada arus listrik yang bocor dan bohlam bisa pecah,” wanti pria berbadan sehat ini.
 

Usia relay set relatif awet dengan masa pakai normal sampai 2 tahun loh. Jika rusak dan harus ganti harganya juga murah, gak sampai Rp 100 ribu

Dan relay set jadi bagian yang paling jarang rusak nih. Cara paling mudah cek sekring, kalo sekring gak ada masalah berarti part dalam relay set yang rusak, mau gak mau harus ganti baru karena gak bisa diperbaiki. (motor.otomotifnet.com) 

Setelah pasang HID sebaiknya pasang voltmeter. Tentunya untuk memantau tegangan listrik sehingga tidak merusak HID. 
 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa