Land Rover Freelander Jurus Simpel Biar Bandel

billy - Jumat, 3 Februari 2012 | 09:05 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption
 
JAKARTA - Setelah diluncurkan di Indonesia pada 1999 dan resmi beredar pada tahun 2000, pasar lokal bisa menikmati Land Rover Freelander tidak lama sejak diperkenalkan di negeri asalnya, Inggris pada 1997. Sayangnya, perawatan mobil ini relatif sulit. “Sering overheat, kendalanya di gasket kepala silinder. Ini mobil enak, tetapi harus dibikin simpel. Terutama maintenance-nya,” ujar Farid M, pemilik bengkel Oto Design di Pejaten, Jaksel.

MESIN NEW COROLLA
Dengan keluhan utama pada dapur pacu, konsentrasi pun dicurahkan ke bagian pembangkit tenaga ini. Ketimbang mereparasi yang ujung-ujungnya bakal menghadapi masalah yang sama, engine swap dianggap pilihan paling logis.
No caption
No credit
No caption

Beberapa mesin bisa diaplikasi. Misalnya mesin Toyota Corona 3S-FE, New Corolla 7A-FE atau Corolla Altis 1ZZ-FE. “Dari ketiga mesin yang sempat terlintas itu, paling simpel ya 7A-FE. Lagipula spek mesinnya mirip dengan Freelander, kok,” ulas Farid.

Maksudnya, spesifikasi mesin 7A-FE 1.800 cc twincam bertenaga 115 dk mirip dengan salah satu dapur pacu bensin Freelander yang juga berkapasitas 1.800 cc dengan daya 115 dk. Konstruksi mesin pun mirip karena pemasangannya melintang di ruang mesin. Termasuk kemungkinan perawatannya, mesin ini terkenal bertenaga namun bandel alias tidak rewel. Pas, kan?

 Memasangnya ternyata juga cukup simpel. Karena transmisi asli dipertahankan. Jadi, tinggal bikin adaptor engine mounting kanan dan girboks setebal 2 cm. “Flywheel dan dekrup 7A-FE dikawinkan kampas kopling Freelander,” terang penggemar nasi pecel ini.

Sedangkan ECU asli tetap dipertahankan. Soalnya dibutuhkan untuk peranti safety dan security, seperti ABS, airbag, traction control dan lainnya. Buat urusan mesin baru pakai ECU 7A-FE yang ditaruh di firewall kiri.

Penyesuaian lain tidak banyak. Hanya menyambung saluran air mesin baru dengan radiator standar. Kotak saringan udara pun posisinya tidak jauh dari intake setelah mesin terpasang.

Ubahan relatif simpel ini cukup mumpuni menggantikan dapur pacu asli yang memang sudah sekarat. Sayang, indikator traction control masih hidup karena as kopel belum terpasang saat pemotretan. Pasang lagi dong!    (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa