Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bagian Ruang Mesin Yang Harus Dicek Libur Lebaran

Otomotifnet - Rabu, 22 Juli 2015 | 13:13 WIB
No caption
No credit
No caption



Jakarta -
Berangkat perjalanan jauh saat libur Lebaran, jangan sampai enggak melakukan persiapan. Dari pada bikin masalah, mending luangkan waktu untuk melakukan cek dan ricek. “Memastikan kendaraan dalam kondisi siap tempur, enggak semuanya harus ke bengkel.

Beberapa item, cek dan riceknya bisa dilakukan sendiri,” kata Muhammad Aufa, Workshop Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Jakarta cabang Arteri Pondok Indah, Jaksel. Meski adanya di dalam ruang mesin, enggak semuanya pengecekan kudu pergi ke bengkel. Ada beberapa item yang bisa dimengerti dan kontrolnya dilakukan sendiri oleh pemilik.

Kurang lebih ada 8 item yang kontrolnya bisa dilakukan sendiri. Bahkan pada beberapa bagian tersebut, tidak memerlukan alat ataupun pengetahuan khusus. Enggak usah panjang lebar lagi, yuk langsung buka kap mesin dan tengok apa saja yang bisa dicek sendiri. • (otomotifnet.com)


No caption
No credit
No caption

Minyak Power Steering


Kalau mesin dalam kondisi dingin atau belum dinyalakan, pastikan level minyak power steering pada tabung ataupun dipstick ada di bawah (cold). Sedangkan untuk indikator di level hot, itu setelah mesin dinyalakan kurang lebih 15 menit. Minyak power steering harus ada di level hot yang atas.

Itu kalau tandanya ada di tabung, bila pakai dipstick maka saat mesin panas pastikan levelnya ada di hot (atas). Cara melihatnya, copot dipstick lalu bersihkan dengan lap bersih dan masukkan kembali. Setelah itu baru lihat minyak power steering ada di posisi mana.

No caption
No credit
No caption

Boks Sekering


Pada kenyataannya memang jarang sekali ada masalah pada bagian yang satu ini. Tapi tetap saja ada yang harus diperhatikan. Ketersediaan cadangan sekering, yang patut diperhatikan. “Ada 3 sekering yang cadangannya kudu ada. Dari yang 7,5, 10 dan 15 ampere,” tutur Aufa.

No caption
No credit
No caption

Aki


Pastikan dulu performa aki, dengan men-starter mesin. Kalau enggak langsung jreng atau seperti ada jeda (kaya bunyi cek..cek), dipastikan performa aki sudah menurun. Lanjut dengan lihat fisiknya, enggak jarang terdapat kotoran berwarna putih. Penguapan dari proses kimia yang ada dalam aki dan keluar dari lubang hawa, membuat timbulnya keputihan.

Enggak usah kuatir, tinggal bersihkan saja. Lanjut dengan pengecekan ketinggian air aki, jangan sampai di posisi low. Kalau akinya tipe kering, cek tanggal pembelian, waspada kalau umurnya sudah lebih dari setahun. Kutub posisif dan negatif, jangan lepas dari proses cek dan ricek. Bersihkan dengan ampelas atau sikat kawat.

No caption
No credit
No caption

Busi


Mesin enggak bisa langsam, bisa jadi itu karena ada masalah pada busi. Kalau sudah sudah seperti ini, saatnya untuk melakukan penggantian. Tapi sayangnya, soal penggantian busi enggak mudah untuk dilakukan sendiri.

No caption
No credit
No caption

Washer


Air saja enggak cukup untuk diisikan pada tabung yang satu ini. Pasalnya beberapa kotoran yang sudah menempel pada kaca, enggak mudah dibersihkan wiper kalau hanya mengandalkan air saja. “Bisa tuangkan cairan khusus untuk bisa membersihkan kaca secara maksimal.

Tentunya dicampur dengan air yang sudah diisikan dalam tabung,” kata Sentot dari bengkel Termulia Motor di Joglo, Jakbar. Pastikan juga, campuran air dengan cairan khusus itu diisikan sampai level maksimal yang tertera pada tabung.

No caption
No credit
No caption

Oli Mesin


Ini tentunya bukan mengganti oli, hanya melakukan pengecekan terhadap kapasitas pelumas tersebut di dalam girboks. Dalam kondisi mesin mati, tarik dipstick dari rumahnya dan bersihkan dulu dengan lap kering atau tisu. Kemudian masukkan kembali ke tempat asalnya sampai mentok dan baru tarik kembali.

Pastikan ada oli yang menempel pada parameter maksimal yang adanya di bagian atas saat posisi dipstick ditarik. “Kalau kurang dari itu segera lakukan penambahan sampai sesuai dengan parameter tersebut. Jangan kelebihan, soalnya malah bikin berat kinerja mesin,” papar Aufa. Pastikan juga pelumas yang diisikan, sama dengan waktu melakukan ganti oli.

Juga kudu sesuai spesifikasi mesin, seperti produk Fastron Gold SAE 5W30 SN yang full synthetic untuk mesin mobil yang umurnya di bawah 5 tahun. Mesin yang sudah digunakan lebih dari 5 tahun, bisa pakai Fastron SAE 10W40 API SN yang pakai base oil synthetic.

Pemakaian yang kira-kira 10 tahun ke atas, pelumasnya butuh Fastron Techno 15W50 dengan spesifikasi base oil synthetic dan standar API SL/CF dan ACEA A2-96/B2-98. Buat yang pakai mesin diesel, oli mesinnya bisa pas dengan Fastron Diesel 15W40 CI-4. Kekentalan yang multigrade, membuatnya gampang bersirkulasi di temperatur rendah

No caption
No credit
No caption

Filter Udara


Adanya kotoran yang menempel pada filter udara, membuat performa mesin jadi menurun. Itu karena udara yang masuk enggak mengalir dengan lancar. Untuk membersihkan debu yang menempel di filter udara, paling gampang memang dengan memanfaatkan semprotan angin dari kompresor. Tapi kalau mau melakukan sendiri, tentunya enggak perlu membeli kompresor dulu.

Setelah filter udara dikeluarkan dari boksnya, tinggal jatuhkan saja part tersebut. Tapi enggak sembarangan, pastikan pada posisi yang banyak kotorannya. “Posisi tepatnya persis dengan saluran udara masuk,” kata Aufa.

No caption
No credit
No caption

Reservoir


Enggak perlu buka tutup radiator untuk mengecek keberadaan air di dalamnya. Daripada beresiko, lebih baik urusan itu diwakilkan dengan melakukan pengecekan pada tabung reservoir. Letaknya enggak jauh dari radiator. Pastikan isi dalam tabung yang membantu air radiator bersirkulasi saat panas, sesuai dengan batas maksimal.  Kalau air atau coolant yang diisikan berlebih, malah bisa bikin sirkulasi dari radiator ke reservoir terganggu

No caption
No credit
No caption

Belt


Water pump dan alternator, tergantung pada kinerja belt. Kalau belt putus, kelistrikan akan terganggu dan mesin bisa over heat. Di bengkel resmi, ada alat khusus yang dipakai untuk memastikan performa belt. Kalau mau cek sendiri, bisa dengan beban yang kurang lebih 10 kg dan jarak main belt enggak lebih dari 5-10 mm.

Minyak Rem


Ada penanda minimum dan maksimum pada tabung penyimpanan minyak rem. Sudah barang tentu, isi dari oli tersebut harus ada di level maksimum. Kala sudah ada di level minimum, cepat lakukan pengisian. Untuk mobil standar seperti Daihatsu Xenia, pastikan minyak rem yang dipakai DOT 3. Cek buku manual untuk jenis minyak rem yang dipakai, atau bisa lihat pada bagian tutupnya.


Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa