Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mengenal Ragam Teknologi Karet Wiper

billy - Minggu, 26 Januari 2014 | 08:04 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Jakarta - Waspada jangan tergiur karet wiper berharga murah. Bisa jadi karetnya terbuat dari karet sintetis. Karet sintetis alias bukan karet dari alam, pernah mendominasi bahan dasar wiper.

Selain materialnya mudah dibuat, bisa diproduksi massal juga mengejar harga murah. Namun karet model ini cepat menurun kualitasnya bahkan bisa merusak kaca mobil. Misalnya dengan baret atau luka akibat karet getas. Tak heran beberapa merek wiper terkenal menjejali produknya dengan teknologi terkini. Apa saja tuh?

“Tren paling utama yakni kembali ke penggunaan material natural rubber,” terang  Arief Hidayat, managing director PT Wuerth Indah, distributor wiper Wuerth. 

Natural rubber alias karet alam ini tentunya mengalami perlakuan lagi, seperti untuk ketahanan dan kekenyalan digunakan lapisan graphyte. Karakternya lembut, tidak berisik dengan koefisien gesek yang rendah, serta tidak bakal sobek.

"Ini untuk keewetan kaca" tambah Arief yang wipernya tergolong most wanted di pasar tanah air dan paling awal pakai teknologi terdepan ini.


PT Sumber Berkat Anugerah (SBA), distributor wiper Hella juga punya teknologi mirip. "Karet wiper Hella didesain dengan memakai lapisan graphyte nanoteknologi, sehingga tak mudah getas dan mampu menyapu air pada permukaan kaca lebih bersih," tambah Vincent Lo, direktur SBA yang berkantor di kawasan Cideng, Jakpus ini.

Penambahan silicon dan Polytetrafluoroethylen (PTFE) juga bisa ditemui pada beberapa wiper di pasaran. Campuran silikon membuatnya licin. Saat dibuat, silikon dan PTFE langsung dicampurkan dengan karet. Keduanya berguna untuk mempertahankan kekenyalan dan keawetan wiper. 

Selain itu, campuran tadi merupakan benda padat yang mempunyai koefisien gesek paling rendah, yakni 0,016-0,02. Ini meminimkan bunyi saat wiper menyapu lapisan kaca. 

"Cuma iklim tropis di Indonesia, membuatnya kekurangan elastisitas dan mudah berdeformasi alias berubah bentuk,” terang Arief Hidayat. (mobil.otomotifnet.com)


Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa