Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bahan Bakar Diesel Modern, Ayo Pilih BBM Bersih

billy - Sabtu, 7 September 2013 | 09:08 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Gelaran Diesel Day yang digagas OTOMOTIF bukan tanpa alasan. Pasalnya, populasi mobil diesel akhir-akhir ini semakin banyak. Namun jangan lupa, semua mobil diesel modern yang beredar sudah mengaplikasi sistem pasokan bahan bakar common rail.

Sistem canggih ini pun membutuhkan bahan bakar yang sesuai. Ulasan ini bukan hanya sekadar ajakan buat menghindari bahan bakar diesel bersubsidi, lo. Namun ternyata setelah ditelisik secara teknis, mobil diesel modern memang perlu bahan bakar bersih yang berkualitas.

CETANE NUMBER 48 DAN 51

Saat ini, di pasaran ada dua jenis bahan bakar diesel. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Migas no. 3675 K/24/DJM/2006 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Yang Dipasarkan di Dalam Negeri, ada dua jenis bahan bakar diesel, yaitu jenis 48 dan 51.

Kedua jenis BBM itu didasarkan pada angka cetana (cetane number). Lebih lanjut lagi, pada lampiran SK Dirjen Migas tersebut, diperinci spesifikasi bahan bakarnya. Seperti untuk jenis 48, kandungan sulfur maksimum yang diperbolehkan adalah 3.500 ppm. Sedangkan pada jenis 51, kandungan sulfur maksimumnya adalah 500 ppm.

Dari spesifikasi teknisnya, sudah jelas, jenis 51 lebih berkualitas dibandung yang 48. Karena cetane number menentukan daya ledak bahan bakar itu. “Cetane number itu menentukan tenaga, suara, getaran dan kemudahan menyalakan mesin,” ujar Hardiyanto Tato, Assistant to Marketing and Trading Director Pertamina. Begitu juga kandungan sulfur yang rendah, menentukan kualitas bahan bakarnya.

Dari kedua jenis BBM ini, ada beberapa merek yang beredar di pasaran. Pada golongan dengan cetane number 48, ada Solar, bahan bakar bersubsidi yang diedarkan Pertamina. BBM ini masih sama seperti dulu, dengan kadar sulfur di atas 2.000 ppm.

Sementara, beredar juga Bio Solar yang baru saja dapat pengembangan spesifikasi. Sebab terhitung 29 Agustus 2013, Kementrian ESDM mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM no.25 Tahun 2013 yang mengatur penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Disebutkan kalau Bio Solar kini menggunakan komposisi 10% biodiesel. Dengan 10% biodiesel, spesifikasi Bio Solar tidak jauh dari Solar biasa.

Golongan berikutnya adalah jenis 51 yang mencakup Pertamina Dex, Shell Diesel dan Total Performance Diesel. Di atas kertas, ketiga bahan bakar ini mirip. Yaitu dengan kandungan sulfur di bawah 500 ppm, sesuai SK Dirjen Migas disebut sebelumnya.

Nah, golongan terakhir itulah yang disebut bahan bakar ideal buat mesin diesel modern. Kenapa?


EFEK SULFUR

Tidak seperti bensin yang berpatokan pada angka oktan. BBM diesel modern merujuk pada kandungan sulfur. “Pastinya, butuh bahan bakar dengan kadar sulfur di bawah 300 ppm. Itu sudah wajib,” ujar Boyke Arief Setiawan, Dept. Head of Product Planning PT Hyundai Mobil Indonesia.

Lanjut pria gempal ini, kandungan sulfur rendah sebagai antisipasi sistem common rail yang lebih presisi. “Sistem ini punya pola spray halus yang dihasilkan dari tekanan bahan bakar tinggi dan saluran bahan bakar yang halus,” paparnya.

Tekanan bahan bakar mencapai 2.200 bar disebut Boy, sapaan karibnya, dipakai oleh Hyundai Santa Fe. Bayangkan dengan saluran yang kecil dan tekanan bahan bakar tinggi, endapan sedikit saja bisa menyumbat saluran dan bikin performa turun. “Kalau pakai bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi, tenaga bisa turun 15-20%,” sambungnya.

Kandungan sulfur ini bikin kotor dan punya pengaruh saat masuk ke dalam mesin. “Pertama, efek pada emisi. Sulfur bikin bahan bakar tidak terbakar sempurna, sehingga emisinya tinggi,” cetus Tato, panggilan akrab Hardiyanto.

Emisi yang tinggi pasti punya dampak kurang baik buat mesin. Pasalnya, semua diesel modern sudah aplikasi catalytic converter. Nah, peranti katalis ini sensitif dengan sulfur. Pastinya, kinerja mesin tidak akan sempurna.

Belum lagi kalau ditelisik lebih dalam, sulfur berpotensi membentuk kotoran berbentuk endapan. “Dalam bahan bakar, kemungkinan terjadi endapan karena adanya senyawa antara sulfur, air dan partikulat,” jelas pria 39 tahun ini.

Kalau sampai ada endapan di dalam saluran common rail, terutama di injektor yang punya lubang sangat halus, pasti berabe bukan?

Nah, memilih bahan bakar berkualitas yang sudah disebut tadi tentu akan lebih bijak. Agar bahan bakar bisa mengalir baik, tentu harus pilih yang bersih bukan?

Apalagi masih ada aditif yang ditambahkan pada BBM jenis ini. Misalnya pada Pertamina Dex. “Ada aditif untuk membersihkan injektor, memisahkan air, aditif untuk mengurangi buih dan aditif yang bersifat melumasi,” tambahnya.

Beberapa sifat itu tentunya disesuaikan dengan teknologi mobil. Misalnya, pemisahan air bertujuan agar air tetap tinggal mengendap di tangki bahan bakar. Lalu mengurangi buih agar tidak ada udara masuk ke injektor. Pelumasan pun diperlukan untuk kompensasi kandungan sulfur yang berkurang. Soalnya sulfur bersifat melumasi juga, kan?

Nah, jelas sudah kebutuhan spesifikasi bahan bakar diesel modern Masih mau pilih yang kotor?. (mobil.otomotifnet.com) 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa