Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Teknologi Clean Diesel Common Rail Systems Crs3 Bosch, Dijamin Bebas Asap

Billy,Iday - Rabu, 19 Juni 2013 | 07:03 WIB
Teknologi Clean Diesel Common Rail Systems Crs3 Bosch, Dijamin Bebas Asap
ISTIMEWA
Teknologi Clean Diesel Common Rail Systems Crs3 Bosch, Dijamin Bebas Asap

Otomotifnet.com - Isu lingkungan dan ketersediaan bahan bakar di dunia, selalu menghangat setiap tahun. Global warming akibat efek rumah kaca tak kunjung surut.

Itulah sebabnya banyak negara maju pecinta lingkungan seperti di Eropa dan Amerika mulai ketat dalam menerapkan regulasi emisi kendaraan bermotor.

Setiap produsen kendaraan bermotor diwajibkan untuk menekan emisi gas buang.  Bila tadinya regulasi yang diterapkan adalah Euro 4, mulai 2009-2014 diperketat jadi Euro 5 dan 6. Konon di Singapura sudah mulai diperkenalkan Euro 5.

“Pada kendaraan bermesin diesel yang menganut Euro 5 dan 6, knalpotnya tak lagi mengeluarkan asap hitam pada semua putaran mesin,” beber Klaus Landhaeusser, Regional Head External Affairs and Governmental Relations South East Asia Robert Bosch (SEA) Pte Ltd ketika berbincang dengan OTOMOTIF.

Bandingkan deh dengan mobil-mobil diesel beregulasi Euro 2 yang ada di Indonesia. Begitu digas sedikit saja, langsung terlihat asap hitam dari knalpot. Apalagi yang namanya angkutan umum, jangan ditanya deh, heheh.

Padahal bila dibanding mobil bensin, dari segi emisi gas buang, kadar CO2 mesin diesel lebih tinggi. Namun kata Klauss, sebenarnya tidak juga. “Selama kabut bahan bakar bisa terbakar dengan sempurna, emisi gas buangnya bisa lebih rendah,” tukasnya.

Itulah yang jadi tantangan Robert Bosch Pte Ltd. dalam menciptakan teknologi clean diesel terbarunya, yakni Common Rail Systems CRS3-18 dan CRS3-20 dan piezo injectors.

Teknologi Clean Diesel Common Rail Systems Crs3 Bosch, Dijamin Bebas Asap
ISTIMEWA
Teknologi Clean Diesel Common Rail Systems Crs3 Bosch, Dijamin Bebas Asap
“Pada prinsipnya teknologi Common Rail System CRS3-18/20 ini menciptakan tekanan bahan bakar yang tinggi pada piezo injector. Sehingga semprotan bahan bakar jadi berupa partikel yang sangat halus,” terang Klaus.

Untuk bisa mendapatkan tekanan bahan bakar yang tinggi, Bosch merancang high pressure fuel pump CP4 yang dikombinasi dengan CRF-2- high pressure rail dan CR13-18 atau CR13-20 piezo injector.

“Tekanannya untuk CRS-18 mencapai 1.800 bar. Sedang CRS-20 mencapai 2.000 bar. Lalu piezo injectornya menganut pilot-injection quantity yang sangat kecil, hanya 1-2 mm2. Valve clearancenya pun hanya 1 mikro (µ). Jadi bisa dibayangkan betapa kecilnya partikel kabut bahan bakar yang diciptakan,” tambahnya.

Nah, dengan semakin halusnya partikel kabut bahan bakar, otomatis pembakaran jadi makin sempurna. “Pada diesel dengan sistem mekanikal, umumnya hanya sekali menginjeksi bahan bakar dalam setiap siklus kerjanya. Sementara common rail bisa berkali-kali dengan volume yang sama. Makanya partikel bahan bakar bisa 99.9% lebih baik,” jelas Klaus.

Oh ya, kata Jill Tanamal selaku Assistant Manager Corporate Communications PT Robert Bosh di Arkadia Office Park, Jl. TB. Simatupang, Jaksel. Semua BMW (X1, X3, X5, 3 series, 5 series dan 7 series), Mercedes (ML) dan VW (Touareg) bermesin diesel di Indonesia, sudah dilengkapi dengan teknologi Clean Diesel Bosch.

“Tapi teknologi ini harus didukung bahan bakar (solar) yang bagus. Kalau di Indonesia seperti Pertamina Dex,” tukas Klaus. Ia yakin bila pemerintah Indonesia ingin menghemat energi bahan bakar dan memperbaiki lingkungannya, sebaiknya mulai berfikir untuk menerapkan aturan green technology sejak dini.

Setuju!. (mobil.otomotifnet.com)

Editor : Billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa