Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Komunitas Nebeng Menjamur dan Terkordinir

Otomotifnet - Selasa, 31 Maret 2015 | 10:04 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Tak hanya melalui situs online, kini juga merambah pada apps yang bisa diunduh melalui smartphone Android dan iOS


Jakarta - Internet yang kian ‘merakyat’ serta makin massifnya media sosial tentu membuat interaksi menjadi lebih mudah. Pun begitu dengan transportasi yang bisa disiasati dengan komunikasi antar pengguna kendaraan.

No caption
No credit
No caption

Selain hemat biaya operasional, sharing kendaraan juga membantu mengurangi kemacetan. Serta seru-seruan mendapatkan teman baru


Fenomena nebeng sebetulnya bukanlah hal baru, namun kini semakin banyak penyedia jasa pertemanan penyedia tebengan dengan para pengguna jasa nebeng. Alhasil kini tren nebeng semakin menjamur dan lebih terkoordinir.

No caption
No credit
No caption

Sebagai langkah keamanan, kenali identitas diri satu sama lain

Tak hanya melalui situs online saja, kini juga merambah pada apps yang bisa diunduh melalui smartphone Android dan iOS. Seperti yang dilakukan oleh www.nebeng.com. “Untuk lebih menjembatani dan mempermudah komunikasi, maka dibuatkan apps yang bisa di-download oleh member yang telah terdaftar di situs nebeng.com,” sebut Rudyanto Linggar, founder nebeng.com.

Rudy dan istri, kompak menggagas nebeng.com


Situs yang telah memiliki 61 ribu orang member ini menggunakan sistem point. Artinya setelah anggota mendaftarkan diri, maka diwajibkan untuk membeli point untuk mengakses data berupa identitas diri para member. Sistem poin ini juga sebagai proteksi sehingga tidak sembarang bisa mengakses data,” beber Rudy.

Tentu saja keuntungan nebeng adalah biaya akomodasi dapat di sharing. “Iya terlebih bisa juga di sejumlah jalan di Jakarta terdapat areal 3 in 1, sehingga saling menguntungkan. Pemberi tebengan bisa terhindar dari 3 in 1 sekaligus bisa sharing biaya akomodasi, begitupun yang nebeng,” lanjutnya, seraya bilang 90 persen anggotanya merupakan warga Jabodetabek.

Penebeng juga bisa memilih dengan siapa dirinya akan nebeng. Misalnya terdapat grup ladies only atau grup bebas asap rokok. “Selain itu ada pula grup yang disesuaikan dengan domisili atau lokasi kantor,” imbuh Rudy.

Hal serupa juga terdapat di situs www.nebengers.com. Bedanya situs ini base on komunitas, artinya dikelola secara non provit. “Kita memiliki sekitar 79 ribu follower yang dibagi 13 distrik. Termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya. Tiap distrik ada lurahnya yang bertanggung jawab terhadap komunikasi hingga keamanan. Untuk menjadi member juga harus diverifikasi melalui website,” bilang Kidung, Humas nebengers.com.

Untuk menjadi anggota nebengers.com tidak dikenakan biaya pendaftaran. “Iya semuanya gratis. Yang terpenting data diri harus valid dan diverifikasi oleh tiap anggota distrik. Selebihnya tinggal komunikasi saja untuk mencocokkan tujuan sesuai arahan pemberi tebengan. Termasuk soal biaya akomodasi yang disepakati bersama,” lanjut wanita yang juga Humas di salah satu Kementerian ini.

Adanya sejumlah komunitas nebeng ini tentu menjadi alternatif transportasi, serta membantu mengurangi kepadatan kendaraan yang berdampak pada kemacetan. “Saya lebih efektif ikut nebeng, kebetulan saya gabung di salah satu komunitas nebeng. Hampir tiap hari saya nebeng, lebih hemat juga dari sisi ongkos,” kata Lola, salah satu pegawai swasta di bilangan Thamrin, Jakpus.

Akhirnya, munculnya komunitas nebeng ini akan terus menjamur seiring dengan kebutuhan transportasi yang efektif dan hemat serta dikelola secara komunal. Hal ini merupakan respon sosial terhadap kondisi transportasi massal yang masih jauh dari kata layak. Patut diapresiasi, sebagai inisiatif yang positif. • (otomotifnet.com)


Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa